Uncategorized

Peduli Masyarakat Untuk Gotong Royong Tambal Jalan Yang Rusak Penunjang Pengunjung Menara Lampu Colok Agar Merasa Nyaman

5

BENGKALIS, NUANSA POST. Sepuluh malam lagi, suasana di beberapa kecamatan, di beberapa desa dengan beberapa titik lokasi di Kabupaten Bengkalis akan terang benderang berhiaskan ribuan colok 3 dimensi yang tertata rapi oleh pekerja kreatif berjiwa seni kelas tinggi.

Pada hari itu tepatnya Senin, 26 Ramadhan bersamaan dengan 17 April 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) akan menggelar even Festival Budaya Lampu Colok Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi.

Progres pembangunan Menara Lampu Colok Dusun Karya Bakti/Dusun Kematang sudah mencapai lebih kurang 85 persen, dan Dusun Kampungparit desa ini sudah mencapai lebih kurang 75 persen. Meskipun desa sudah menganggarkan dana sebesar Rp40 juta untuk dua menara tadi namun karena belum cair, maka kebutuhan dana puluhan juta ini terlebih dahulu ditalangi agar proses pembangunan dua menara ini tidak terhambat oleh kebutuhan dana.

“Untuk kebutuhan dana ini memang dari awal sudah kite perhitungkan tentu memakan biaya. Sesuai dengan regulasi, pencairan tentu tidak ketemu, mungkin dalam satu atau due bulan ke depan dana desa baru cair. Namun kami sudah memperhitungkannye dari awal, kami ngumpul-ngumpul lah baik perangkat desa, baik pemuda, baik masyarakat untuk memulai pekerjaan ini dan Alhamdulillah sampai dengan malam ini belum ade kite temukan kendala, pertama dari pada sisi finansial,” kata Kades Azmi Yulfikar kepada potretnews.com, Jumat (7/4/2023) tengah malam pukul 00.54 WIB.

Meskipun finansial belum ditemukan kendala, namun Kades Azmi berharap yang namanya kegiatan tidak ada yang lebih sehingga dalam kesempatan ini tetap berharap kepada masyarakatnya termasuk yang merantau ke luar daerah untuk bantu-bantu pemuda-pemudanya dalam menyukseskan Festival Budaya Lampu Colok ini

“Disini sering terjadi kecelakaan, kami dari desa, kepala dusun dan pemuda yang merupakan inisiatif dari pemuda dalam kegiatan gotong royong perbaikan ringan jalan ini bagaimana jalan ini bisa ditambal sesuai dengan kemampuan. Dan ini pun sumbangan-sumbangan masyarakat, baik semennya, pasirnya, maupun granitnya. Ini sangat perlu perhatian dari pemerintah kabupaten. Karena saat ini mungkin belum masuk masa lelang proyek, jadi hal seperti ini kami talangi lah oleh masyarakat khususnya pemuda Desa Pangkalan Batang Barat,” ungkap Kades Azmi Yulfikar.

“Petame kami mengucapkan terima kasih kepade panitia dalam hal ini pemuda itu sendiri yang telah bertungkus lumus dalam membangun menara ini. Sudah menjadi kebudayaan di tempat kami bahwa sifat gotong royong itu masih ade dan akan tetap kami budayakan. Kemudian kepade masyarakat, kami juge mengucapkan terima kasih karena setiap malam pengerjaan menara lampu colok ade saje yang mengantar kopi, menganto kueh dan itulah tradisi kami. Untuk itu sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepade semue pihak, baik yang terlibat langsung maupun tidak ucap kades yulfikar

Kadus Karya Bakti, Zamruddin pula menambahkan, pihaknya melakukan itu untuk kelancaran, kenyamanan di saat nanti pesta api colok ini dilaksanakan.

“Memang di tempat ini sering juga terjadi kecelakaan tapi Alhamdulillah, atas usulan daripada pemuda maka kami dari desa, khususnya Dusun Karya Bakti hanye bisa memohon kepada masyarakat kalau ingin menyumbang, kami terima mengenai tenaga kerja Alhamdulillah dari pemuda siap mengerjakannya. Pekerjaan malam ini ungkap kasus Zamruddin

Berkreasi lewat penataan ribuan colok 3 dimensi bukanlah mudah. Selain skill maha karya yang dimiliki setiap anggota panitia dengan tanggung jawab masing-masing bidang, ketersediaan dana baik bersumber dari desa maupun donatur, termasuk fisik pekerja yang kuat sebab bekerja hingga menjelang sahur. (Rian Sumarlin)

Exit mobile version