Uncategorized

Wali Murid SMAS Kurnia Jaya Resah, Biaya Sekolah Memberatkan, Anak Terancam Putus Sekolah

67

Rupat, NUANSA POST

Puluhan siswa di SMAS Kurnia Jaya, sebuah sekolah swasta berakreditasi A di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, terancam berhenti atau pindah sekolah karena tekanan biaya bulanan yang dirasa semakin memberatkan bagi orang tua.

Sejumlah wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhan kepada   NUANSA POST  hari Rabu  30 Juli 2025. Mereka mengungkap bahwa iuran bulanan yang terdiri dari SPP sebesar Rp.75.000, kas siswa Rp.5.000, dan OSIS Rp.5.000 per bulan sudah tak lagi sanggup mereka penuhi di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit.“Belum lagi uang jajan anak, ongkos minyak motor untuk antar jemput, dan kebutuhan sekolah lainnya. Kami sangat tertekan,” ungkap salah satu wali murid dengan suara lirih.

SMAS Kurnia Jaya yang berlokasi di Jalan Pelajar, Pangkalan Nyirih, memang dikenal sebagai sekolah swasta unggulan. Berdiri sejak 1996, dengan luas lahan 20.000 meter persegi, sekolah ini memiliki fasilitas lengkap dan pembelajaran berkualitas. Namun di balik prestasi dan reputasi itu, ada potret buram yang tak terlihat—murid-murid dari keluarga tidak mampu yang harus memilih antara pendidikan atau kebutuhan pokok harian.

Beberapa siswa bahkan mengaku sudah mempertimbangkan untuk pindah ke sekolah negeri atau berhenti sekolah sementara waktu karena ketidakmampuan orang tua mereka membayar iuran.

Karena itu, Wali murid berharap adanya kepedulian dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis maupun Pemerintah Provinsi Riau untuk menengahi dan mencarikan solusi.“Kami tidak menyalahkan sekolah, tapi kami mohon ada bantuan beasiswa atau keringanan biaya. Kalau dibiarkan, anak-anak kami bisa putus sekolah,” tambah seorang wali murid lainnya.

Isu ini menjadi sinyal penting bahwa pemerataan akses pendidikan di wilayah pedesaan dan pulau-pulau terluar masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

NUANSA POST berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada kepala SMA Kurnia Jaya yang cukup dikenal ,namun sedikit disayangkan   kepala sekolah tersebut tidak hadir memberikan jawaban pada hari Sabtu 2 Agustus 2025. (M SYOPRI).***

Exit mobile version