BandungBeritaDaerah

Anggota DPRD Jabar Arief Maoshul Desak Pemprov Jabar Gercep Tangulangi Dampak Banjir Pangandaran

8

Bandung, NUANSA POST  

Curah hujan musim penghujan 2025 masih tinggi khususnya di wilayah Jawa barat yang mengakibatkan Banjir kini masih merendam beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran hingga hari ini, Selasa (18/11/2025).

Di beberapa titik lokasi debit air dilaporkan mulai menurun, dampak dari Banjir Pangandaran mengakibatkan ratusan rumah warga di beberapa kecamatan masih terendam dan sebagian warga terpaksa diungsikan.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arif Maoshul Affandy dimana Kabupaten Pangandaran adalah daerah keterwakilannya. Arief berada di Komisi II yang membidangi Perekonomian.

Kepada LINTAS PENA MEDIA Group beliau menyampaikan rasa keprihatinannya yang sangat mendalam, atas terjadinya bencana banjir melanda sebagian Kabupaten Pangandaran yang tentunya menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat (melalui dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, dan lainnya) untuk segera bergerak cepat melakukan tindakan,” Cetus Arief.

Adapun desakan yang tujukan kepada Pemdaprov Jawa Barat sebagai berikut;

  • Identifikasi Kerugian Sektor Pertanian:Melakukan pendataan akurat terhadap lahan sawah dan perkebunan yang terendam, serta potensi gagal panen. Kompensasi dan bantuan bibit/pupuk harus disiapkan untuk pemulihan.
  • Dampak pada Sektor Kelautan dan Perikanan:Mengevaluasi kerugian yang dialami nelayan dan pembudidaya ikan, serta memastikan bantuan segera tersalurkan untuk pemulihan alat tangkap atau bibit ikan.
  • Pemulihan Pariwisata: Memastikan pemulihan akses dan fasilitas pariwisata di Pangandaran berjalan cepat, mengingat sektor ini adalah tulang punggung ekonomi daerah. Perlu upaya promosi khusus pasca-bencana untuk meyakinkan wisatawan bahwa Pangandaran sudah aman dikunjungi.

Kemudian ia pun meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya bidang Perekonomian dan Pembangunan, untuk mengambil langkah strategis jangka panjang diantaranya:

  • Tata Kelola Hulu Sungai (Pertanian/Kehutanan): Mendorong program reboisasi dan konservasi lahan secara masif di wilayah hulu yang berkontribusi pada luapan sungai seperti Sungai Citanduy. Pengelolaan lahan pertanian harus berbasis konservasi tanah dan air untuk meminimalkan erosi.
  • Perencanaan Tata Ruang Kawasan Pesisir: Mengevaluasi kembali tata ruang kawasan pesisir, termasuk infrastruktur drainase dan normalisasi sungai secara komprehensif, untuk memitigasi dampak banjir berulang.

“Kami akan memanggil mitra kerja Komisi II yang relevan untuk meminta laporan dan rencana aksi yang terukur pasca-bencana ini. Pemprov Jabar harus menjadikan bencana banjir Pangandaran ini sebagai prioritas untuk segera mencari solusi permanen,” ujar H. Arief.

Lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pangandaran meliputi Kecamatan Kalipucang dan Padaherang dimana merupakan wilayah paling parah terkena dampak, terutama di desa-desa seperti Desa Ciganjeng, Pasirgeulis, dan Tunggilis. (RIEZCKY)

Exit mobile version