MajalengkaMitra TNI Polri

PWI Majalengka Apresiasi Kapolri Layani Doorstop Meski Polri Dihantam Kasus Oknum Anggotanya

9

Majalengka– NUANSA POST.

Puncak resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam di Majalengka menghadirkan momen kecil yang tak tercantum dalam susunan acara, namun justru menjadi perhatian.Di sela agenda yang padat, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjukkan sikap responsif dengan melayani awak media secara spontan.

Kapolri dengan peci hitam dengan dibalut sorban, menyampaikan sambutan sekitar satu jam, sejak pukul 11.15 WIB hingga 12.20 WIB. Dalam kesempatan itu, ia menyuarakan pesan persatuan dan mengajak masyarakat menjadi cooling system agar pembangunan tidak terganggu.

Pantauan di lokasi, usai sambutan Kapolri turun dari panggung berfoto bersama, menyapa para guru, murid, serta santri PUI perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa kali ia berhenti untuk berjabat tangan dan berfoto bersama. Hal itu membuat suasana yang semula formal menjadi hangat dan akrab.

Sesuai agenda awal, Kapolri sebenarnya dijadwalkan langsung meninggalkan lokasi mengingat padatnya agenda lanjutan. Petugas pengamanan pun bersiaga lebih ketat, terutama karena kondisi cuaca yang dikhawatirkan dapat memengaruhi jadwal kegiatan Kapolri berikutnya.

Kapolri sudah melangkah menuju area keluar dengan pengawalan rapat. Kamera wartawan terangkat, petugas tetap siaga. Namun sekitar pukul 12.30 WIB di tengah situasi itu, terdengar panggilan dari arah kerumunan jurnalis.“Pak Kapolri, doorstop sebentar, Pak,” ujar sejumlah awak media sambil berkerumunan dan berteriak kecil.

Panggilan itu datang bersahutan, di tengah kamera yang terangkat dan petugas yang tetap siaga. Beberapa langkah pengamanan melambat memberi ruang. Kapolri berhenti sejenak, menoleh ke arah suara, lalu berbalik menghampiri awak media. Di ruang terbuka, tanpa podium dan tanpa naskah, ia langsung melayani doorstop di tempat.

Dalam doorstop tersebut, Kapolri menjawab pertanyaan awak media, termasuk terkait kasus yang melibatkan oknum Brimob. Di tengah sorotan publik dan situasi yang dinilai kurang menguntungkan bagi institusi akibat ulah oknum, Kapolri tetap memberikan penjelasan secara langsung.

“Saya kira saya sudah memerintahkan kepada Kapolda, Kabid Propam, ambil tindakan tegas, proses tuntas, beri rasa keadilan bagi keluarga korban. Dan saya minta informasinya, prosesnya transparan. Saya kira secara teknis Pak Kabid Humas nanti akan sampaikan,” paparnya.

Ia menegaskan, Polri tidak menoleransi pelanggaran aturan, baik yang berkaitan dengan kasus Brimob maupun penyalahgunaan narkoba oleh oknum anggota. Penegakan disiplin dan hukum, kata Kapolri, tetap berjalan sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada masyarakat.

Sikap terbuka Kapolri di tengah isu negatif tersebut dinilai penting sebagai upaya menjaga kepercayaan publik. Doorstop singkat itu menjadi ruang klarifikasi yang dinilai dibutuhkan masyarakat dan media.

Momen spontan tersebut mendapat apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka. Ketua PWI Majalengka, Pai Supardi, menilai sikap Kapolri patut menjadi teladan bagi pejabat publik.“Sikap Kapolri ini harus menjadi teladan. Ketika masyarakat dan media membutuhkan klarifikasi, beliau tetap menyempatkan waktu, meskipun agenda beliau padat,” kata Pai.

Menurut Pai, kesediaan Kapolri melayani doorstop di luar agenda resmi menunjukkan kepekaan dan keterbukaan terhadap kebutuhan informasi publik.“Meski di tengah musibah negatif karena ada oknum anggota yang melanggar aturan, Kapolri tetap hadir memberikan penjelasan. Ini implementasi nyata PRESISI,” ujarnya.

PRESISI sendiri merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, yang menjadi arah kebijakan Polri. Dalam konteks Milad PUI di Majalengka, Pai menilai respons cepat Kapolri mencerminkan tanggung jawab dan transparansi kepada masyarakat.(SITI AMINAH).

Exit mobile version