TASIKMALAYA — Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat perhatian langsung Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD. Pengawasan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh program berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Tim Wasev dipimpin Dirter Pusterad Brigjen TNI Farouk Fakar, S.Pd., M.Han., yang hadir bersama Kabag Bakti Subditkombak Pusterad Letkol Cba Fakrul Raji. Kegiatan berlangsung Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 09.30 hingga 12.30 WIB di Desa Parungponteng, dan diikuti sekitar 30 peserta.
Turut hadir Dandim 0612/Tasikmalaya selaku Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., Pabandya Bakti Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Agung Subekti, Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Czi Wawan M. Nurodin, Pasi Bakti Korem 062/TNI Mayor Inf Dedi Irianto, Kadis DPMD Kabupaten Tasikmalaya Erwin Rianto Nugraha, S.Sos., M.Si., Camat Parungponteng Tatang A.B., Danramil 1216/Cbl Kapten Inf Heri Safari, Kapolsek Parungponteng Ipda Wahab, Kepala Puskesmas Parungponteng H. Hendi Ependi, S.Kep., Ners., Kepala Desa Parungponteng Entis, serta tokoh masyarakat.
Dari Paparan Menuju Pengawasan Lapangan
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa Parungponteng Entis. Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 0612/Tasikmalaya, atas pelaksanaan TMMD yang dinilai membawa perubahan sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.
Menurutnya, kehadiran TMMD bukan hanya membantu pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menjadi dorongan bagi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.
Dalam paparannya, Dandim 0612/Tasikmalaya selaku Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menjelaskan sejumlah sasaran fisik yang tengah dikerjakan di Desa Parungponteng.
Sasaran tersebut meliputi pengaspalan semi hotmix di Kampung Jamburarang sepanjang 1.020 meter dengan lebar 2,5 meter, Kampung Nagrog sepanjang 380 meter dengan lebar 2,3 meter, Kampung Pasir Nete sepanjang 197 meter dengan lebar 2,5 meter, serta Kampung Cilutung sepanjang 400 meter dengan lebar 2,5 meter.
Selain itu, TMMD juga mengerjakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 154 meter dengan tinggi 2 meter, rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan lima unit sumur bor.
Seluruh sasaran tersebut mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, yang mencerminkan semangat pembangunan dari tingkat paling bawah dengan melibatkan TNI, pemerintah, dan masyarakat.
“TMMD bukan sekadar membangun jalan, rumah atau fasilitas lainnya. Yang dibangun juga adalah semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” demikian inti pesan Dandim dalam paparannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah desa agar menjaga serta merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun setelah program TMMD berakhir. Sebab, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga hasil pembangunan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dirter Pusterad Brigjen TNI Farouk Fakar, S.Pd., M.Han., menegaskan bahwa kunjungan Tim Wasev dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TMMD ke-129 di wilayah Kodim 0612/Tasikmalaya berjalan optimal, efektif, dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, TMMD merupakan operasi terpadu lintas sektoral yang melibatkan berbagai unsur, sehingga keberhasilannya membutuhkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Tim Wasev juga mendorong agar seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat di Desa Parungponteng dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung keberhasilan program TMMD.
Bagi Tim Wasev, pembangunan infrastruktur hanyalah salah satu wajah TMMD. Di balik jalan yang diperbaiki dan rumah yang direhabilitasi, terdapat tujuan yang lebih besar, yakni memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendorong masyarakat desa menjadi bagian aktif dalam pembangunan wilayahnya sendiri.
Baksos dan Melihat Langsung Hasil Pembangunan
Usai rangkaian paparan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. Tim Wasev bersama rombongan kemudian meninjau secara langsung sejumlah lokasi pembangunan sasaran TMMD ke-129.
Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi Tim Wasev untuk melihat kondisi riil pelaksanaan pembangunan di lapangan sekaligus memastikan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
TMMD ke-129 di Desa Parungponteng tidak berhenti pada pembangunan fisik. Program ini menjadi ruang pertemuan antara kekuatan TNI, pemerintah dan masyarakat untuk membangun desa sekaligus merawat semangat gotong royong. Ketika pembangunan selesai dan masyarakat mampu menjaga hasilnya, di situlah sejatinya TMMD meninggalkan warisan yang lebih panjang daripada sekadar bangunan.(REDIM/GHANA M.IVAN)****
