AdvertorialBandungBeritaDaerah

Narasivara Kembalikan Citra Bank BJB Melalui Seminar BUMD Mahasiswa Jadi Check and Balance

36

Kota Bandung, NUANSA POST

Pada Sabtu (21/6/2025) Aksi Forum Alternatif Rakyat (Narasivara) bersama Bank BJB melaksanakan kegiatan Seminar BUMD dengan tema “Optimalisasi dan strategi pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD) dari sektor perbankan/ non perbankan dan BJB Digital Financial Symposium” di UPI Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Isola Sukasari Kota Bandung.

Pada seminar BUMD terdapat dua narasumber yakni dari pengamat ekonomi universitas Pasundan Akuviarta Kartabi dan Sekretaris Perusahaan PT. MUJ Energi Indonesia Pandji Adhi Nugroho yang dihadiri oleh Demisioner Presiden Mahasiswa UPI Kang Farhan bersama 100 lebih mahasiswa – mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Bandung.

Ketum Narasivara Muhamad Najib Tuasikal mengutarakan kepada Nuansa Post bahwa Aksi Forum Alternatif Rakyat terlahir dan dibentuk atas keresahan bersifat kontemporer yang ditenggarai sub kebijakan yang tidak sesuai dengan mandat Undang – undang, ekonomi, sosial, dan politik.

“Semuanya kita include dalam Narasivara, pada hari ini BUMD menjadi Pioneer atau garda terdepan berbicara tentang keuangan daerah dengan azas desentralisasi. Kendati per tahun 2025 ini, kita tahu banyak fenomena berita – berita tentang BUMD terutama yang berada di wilayah Jawa barat terjadi kasus yang cukup viral,” ucap Muhammad Najib.

Aktivis Muhammad Najib Tuasikal juga merupakan alumni fakultas hukum dari Unpas. Ia mengaku dipercaya Bank BJB guna membranding mengembalikan citra daripada BUMD khususnya di Jawa barat.

“Bagaimanapun ini merupakan instrumen daripada stakeholder yang mewakili pemerintah, di Jawa barat banyak BUMD. Hari ini Bank Daerah Jawa barat (BJB) berkomitmen untuk merevitalisasi menghilangkan isu – isu saat ini, sebetulnya sudah beres,” katanya.

Diungkapkanya bahwa Dirut Bank BJB Naripan sudah keluar surat sprindik dari KPK, artinya proses hukum telah berjalan. Bank BJB kini berkomitmen untuk menjadi simbol daripada keuangan Jawa Barat.

“Saya selaku Ketua Umum Narasivara mensupport dan juga membantu dengan seluruh perangkat mahasiswa yang hadir hari ini diantaranya ada dari; STHB, ITENAS, dan UPI. Kita berkolaborasi dalam Seminar BUMD yang diagendakan di empat titik. Di UPI ini adalah kali keduanya,”    terangnya.

Muhammad Najib Tuasikal memberikan kesimpulan serta harapan, untuk kedepannya BUMD harus dapat menjaga komitmen, memainkan ritme yang progresif dan dapat melebur dengan masyarakat terutama bersama mahasiswa.

Para mahasiswa merupakan medium perantara antara elit dengan grassroot akan rumput. Berbicara tentang sub kebijakan, fungsi hukum, jika tidak sesuai dengan mandat maka “Kita orang – orang pertama yang akan mengkritik pada tubuh BUMD itu sendiri” tandasnya.

Kemudian Presiden Mahasiswa STHB Moh Fathudin Mahbub Salis memberikan tanggapan atas Seminar BUMD, dirinya lebih menyoroti kepada regulasi yang ada didalam perda. Peraturan daerah Jawa barat apakah BUMD aturan khususnya hanya terdapat pada perda. Menurutnya hal tersebut sangat menarik untuk dikaji, sebagai mahasiswa di fakultas hukum untuk permasalahan BUMD dirasanya cukup khawatir.

“Narasumber tadi memaparkan bahwa dari 41 BUMD di Jawa barat hanya 3 BUMD yang sehat produktif salah satunya Bank BJB, sisanya adalah rugi dan menjadi beban kepada keuangan APBD Pemprov Jabar. Ini diduga dampak dari regulasi yang tidak ketat yang jadi tidak aman,” ujarnya.

Pengamat ekonomi Akuviarta Kartabi menyampaikan suara harapannya kepada Nuansa post, agar para mahasiswa betul – betul menjadi salah satu agen kontrol check and balance untuk mendorong BUMD yang sehat dan menghasilkan profit PAD Provinsi Jabar.

Begitu juga dalam hal penjaringan SDM di tubuh BUMD, haruslah profesional dengan memberikan ruang kerja yang bersih bagi semua pihak yang sesuai dengan kompetensinya sehingga BUMD – BUMD di Jawa barat dapat lebih baik dan tidak lagi menjadi beban keuangan bagi Pemprov Jabar.

“Secara umum dalam perekrutannya pekerja BUMD harus netral sesuai kualifikasinya sehingga para mahasiswa ketika sudah lulus memiliki kesempatan besar untuk bekerja dan berdaya maksimal di perusahaan BUMD di Jabar,” tandasnya.

BUMD di Jawa barat harus berdampak positif bagi masyarakat karena memiliki tangung jawab sosial yang terkandung dalam visi misi Jabar Istimewa. Untuk itu BUMD harus memiliki kemampuan dalam hal ikut mensejahterakan masyarakat Jawa barat.

Pemerintah provinsi Jawa barat harus lebih selektif dan mengkaji secara benar, jangan sampai salah langkah dalam memberikan penyertaan modal kepada BUMD – BUMD yang seyogyanya harus disertai sebuah kontrak kinerja antara direksi dengan pemerintahan secara tegas dan aman. Sehingga tidak terus menerus mengajukan penyertaan modal tetapi harus menghasilkan keuntungan serta BUMD kudu mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat Jawa barat.

Acara seminar BUMD berjalan cukup lancar dan terjadinya interaksi dialog tanya jawab yang berisi antara narasumber dan para mahasiswa nampak sangat serius mengikuti acara hingga berakhir. Pada session penutupan pihak perwakilan Bank BJB memberikan pemaparan terkait pelayanan BJB Digital, kesemuanya dijelaskan terperinci untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Jawa Barat dalam menggunakan jasa perbankan dari Bank BJB. Segala transaksi di perbankan paling aman karena selain di bank tidak ada jaminan dari Bank Indonesia.

Muhamad Baihaqi A selaku biro Eksternal Narasivara menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah turut andil mensukseskan gelaran kedua Seminar BUMD.

“Terima kasih yang sebesar – besarnya baik kepada Bank BJB, para Narasumber, pihak UPI sebagai tuan rumah serta PT. Lintas pena media group (lintas hukum Indonesia, Nuansa Post dan Lintas Pena) yang telah bersedia menjadi mitra tetap insan pers sebagai pilar demokrasi bersama Narasivara turut serta saling menjadikan check and balance program – program yang diselenggarakan para pemangku kebijakan (Pemerintah) dan siap menjadi mitra Narasivara sebagai wadah solusi, inovatif dan pembaharu dalam gerakan pemuda dan mahasiswa khususnya yang berada di Bandung Raya dan umumnya se-Jawa Barat,” pungkas Muhamad Baihaqi (M. RIEZCKY)

Exit mobile version