Majalengka–NUANSA POST.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menghadirkan sebuah program bernama Sedekah Infak Generasi Amanah/Pendidikan (Sigap). Program ini dirancang sebagai gerakan kepedulian sosial yang menitikberatkan pada respons cepat serta upaya pemberdayaan, khususnya di sektor pendidikan.
Melalui kerja sama dengan berbagai satuan pendidikan dan instansi terkait, program Sigap berperan sebagai wadah penghimpunan dana infak dan sedekah yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk bantuan sosial, terutama untuk mendukung kebutuhan di lingkungan sekolah.
Bupati Majalengka H. Eman Suherman menyampaikan bahwa optimalisasi program Sigap akan dilakukan mulai tahun 2026, seiring dengan penguatan program lain seperti perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), pengembangan UMKM, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, program ini merupakan wujud komitmen kolektif dari seluruh unsur pendidikan, baik pendidik maupun peserta didik. Tujuan utamanya adalah menanamkan kebiasaan berinfak dan bersedekah sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di gedung Islamic Center Majalengka pada Senin, 9 Maret 2026.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas diharapkan mampu mendorong terwujudnya Majalengka yang langkung sae melalui budaya berbagi. Dana yang terkumpul nantinya akan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah masing-masing.
Setiap sekolah, kata Bupati, telah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah yang bertugas menampung serta mencatat infak dan sedekah dari guru maupun siswa. Setelah terakumulasi, dana tersebut akan dialokasikan kembali sesuai kebutuhan sekolah.
Ia juga menegaskan bahwa besaran infak dan sedekah tidak ditentukan secara kaku, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Nominalnya bisa sangat kecil, seperti seribu atau dua ribu rupiah, bahkan kurang dari itu, dengan prinsip utama tidak memberatkan siapa pun.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Baznas Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa program Sigap merupakan inisiatif baru yang pertama kali dilaksanakan. Berdasarkan data sementara, jumlah dana yang berhasil dihimpun di setiap sekolah bervariasi, ada yang mencapai sekitar tiga juta rupiah, lebih, maupun kurang, tergantung kondisi masing-masing sekolah. (SITI AMINAH)






