Uncategorized

ANTON CHARLIYAN : “Harus Diakui, Salah Satu Faktor Pendorong Kemerdekaan Palestine Hari Ini, Adalah Gebrakan Pidato Presiden  Prabowo di Sidang Umum PBB”

8
×

ANTON CHARLIYAN : “Harus Diakui, Salah Satu Faktor Pendorong Kemerdekaan Palestine Hari Ini, Adalah Gebrakan Pidato Presiden  Prabowo di Sidang Umum PBB”

Sebarkan artikel ini

BANDUNG—Palestina merdeka….!! Secara de facto PBB menyatakan Palestina merdeka. Sebuah berita yang mengejutkan dunia. Kabar menggembirakan tersebut tak lepas pula dari peran Indonesia di kancah internasional, terlebih adanya gebrakan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato pada Sidang Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York 23 September 2025. Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas  terhadap permasalahan Israel – Palestina dan sikap tegasnya mendapat apresiasi dari Presiden Donald Trump.

            Per September 2025, Negara Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 157 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atau sekitar 81% dari seluruh anggota PBB. PBB dukung kemerdekaan Palestina, babak baru hukum internasional terbuka.

            “Palestina Merdeka merupakan kabar gembira bagi seluruh dunia. Namun dibalik itu, harus kita akui pula, bahwa salah satu faktor pendorong kemerdekaan palestine hari ini, adalah gebrakan pidato Presiden  Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB,”ungkap Irjen Pol (Purn) Dr. H.Anton Charliyan, mantan Kapolda Jawa Barat kepada LINTAS PENA MEDIA Group.

Anton Charliyan menilai, pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB dinilai penuh ketegasan dan energi. Bahkan, gaya Presiden Prabowo yang menggetarkan meja menjadi simbol keberanian dalam menyuarakan keadilan di forum internasional. ”Karena itu, pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum Ke-80 PBB, merupakan salah satu sikap tegas Indonesia terhadap permasalahan Israel – Palestina. ”jelasnya

            Abah Anton panggilan akrabnya, menambahkan ”Pidato Pak Prabowo menggetarkan dunia, terutama keberpihakannya kepada Palestina menjadi negara merdeka,Presiden Donald Trump pun mengapresiasinya.”ujar mantan Kadiv Humas Polri ini

            ”Allahu Akbar….!!!”imbuhnya

            Sebagaimana diketahui,bahwa Deklarasi New York menjadi bukti bahwa hukum internasional dan organisasi internasional seperti PBB tidak tinggal diam. Meski Deklarasi tidak kemudian memberikan kekuatan hukum tetap seperti resolusi, hal ini masih menjadi langkah positif bagi Palestina.Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi mengadopsi Deklarasi New York yang mendukung perwujudan Negara Palestina yang merdeka pada Jumat (12/9/2025) dengan disetujui 142 suara, 10 negara menolak, dan 12 abstain. Rancangan keputusan tersebut merupakan hasil dokumen Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara (Two-State Solution) yang telah diselenggarakan pada 28-30 Juli lalu.

“Dukungan PBB atas kemerdekaan Palestina ini merupakan tindakan yang sudah lama dinanti oleh banyak negara. Palestina sebagai sebuah bangsa mempunyai hak untuk merdeka sebagaimana bangsa-bangsa lainnya,” ucap Anton Charliyan

Menurutnya, dokumen berjudul “Pengesahan Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara” (dokumen A/80/L.1/Rev.1) ini menjadi bukti bahwa hukum internasional dan organisasi internasional seperti PBB tidak tinggal diam terhadap bentuk penjajahan yang terjadi di Palestina.“PBB mengakui bahwa permasalahan Palestina bukan hanya permasalahan Palestina-Israel, atau permasalahan Timur Tengah tetapi ini merupakan permasalahan internasional,” kata dia.

Dengan adanya Deklarasi New York,lanjut Anton Charliyan, jajaran negara sepakat untuk mengambil aksi kolektif guna mengakhiri peperangan di Gaza demi mencapai penyelesaian konflik Israel-Palestina yang adil, damai, dan kekal melalui solusi dua negara yang efektif. Meski bentuk Deklarasi tidak kemudian memberikan kekuatan hukum tetap seperti Resolusi, menurutnya hal ini masih menjadi langkah positif dalam pengakuan politik internasional terhadap kemerdekaan Palestina. “Pengakuan negara adalah sebuah tindakan politik yang mempunyai konsekuensi hukum. Maka dengan pengakuan Palestina melalui Two-State Solution akan memberikan dorongan politik bagi negara-negara untuk mengakui Palestina sebagai negara,” paparnnya.

Secara de facto PBB menyatakan Palestina merdeka.Dalam sidang Majelis Umum PBB yang di laksanakan pada 22 September 2025, secara resmi menyuarakan pengakuan Palestina serta solusi dua negara.Langkah ini digerakkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang diwakili Menlu Faisal bin Saud. Sebelumnya, kedua negara menggagas Deklarasi New York tentang kemerdekaan Palestina, yang kemudian didukung 142 negara atau dua pertiga anggota PBB ”Semoga mengakuan ini menjadi titik terang untuk Palestina bisa mendapatkan hak kemerdekaannya secara penuh, Aamiin.YRA”

SIKAP TEGAS PRESIDEN PRABOWO

Sebagaimana diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto   menegaskan dukungannya untuk Gaza dan Palestina, yang disampaikan di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (23/9/2025).Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara di Palestina. Hal ini juga perlu dilakukan meski Indonesia pada akhirnya harus mengakui kedaulatan Israel.

“Dunia harus memiliki Palestina yang merdeka, namun kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan demikianlah kita dapat memiliki perdamaian sejati, kedamaian sejati, dan tidak ada lagi kebencian, dan tidak ada lagi kecurigaan,” tegasnya.

“Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara ini. Dua keturunan Abraham harus hidup dalam rekonsiliasi, kedamaian, dan harmoni. Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, semua agama, kita harus hidup sebagai satu keluarga manusia.”

Prabowo kemudian menegaskan juga komitmen untuk menjadi bagian dari mewujudkan visi ini. Ia juga mengajak dunia untuk mewujudkan hal ini bersama.”Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, sebuah perjalanan yang dimulai oleh para leluhur kita, sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan,” paparnya.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyebut bahwa Indonesia merupakan kontributor besar dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB untuk stabilitas dunia. Ia mengatakan siap mengirimkan 20 ribu lagi pasukan ke wilayah konflik seperti Gaza, Ukraina, dan Sudan.”Kami siap untuk menerjunkan 20 ribu putra-putri kami ke Gaza, Ukraina, ke Sudan bila diminta majelis ini,” jelasnya.

Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tak akan hanya berkontribusi dalam hal pengiriman pasukan. Ia menyebut Jakarta juga akan berkontribusi secara finansial untuk menjaga perdamaian.”Tak hanya dengan pasukan, kami juga siap berkontribusi secara finasial untuk menjaga dan memastikan perdamaian.”tegasnya.(REDI MULYADI)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *