Kota Tasikmalaya NUANSA POST
Tanda simbolis penyemangatan topi kepada pelatih dan peserta PBN Unper Tasikmalaya dilakukan olehKetua Yayasan Universitas Siliwangi (YUS) Brigjen TNI (Purn) H.Eko Irianto S.IP kepada salah satu pelatih dari Kodim 0612 Tasikmalaya Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya pada selasa 3 Februari 2026
UNPER Tasikmalaya kembali menggelar rangkaian kegiatan Pendidikan Bela Negara yang dilaksanakan hari terhitung dari 3 februari 2026 hingga 6 Februari 2026. Pada Pendidikan Bela Negara (PBN) ini mahasiswa Unper Tasikmalaya akan dididik dan di latih menjadi seorang mahasiswa yang cinta tanah air dan senantiasa menjaga nilai persatuan.
Selama pendidikan di UNPER Tasikmalaya mereka akan diajarkan tentang berbagai materi mulai dari wawasan tentang nilai kebangsaan, kedisiplinan,sejarah perjuangan, tanggap bencana hingga materi tentang penguatan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pada pidato pembukaan acara Pelatihan Bela Negara Ketua Yayasan Universitas Siliwangi (YUS) Brigjen TNI (Purn) H.Eko Irianto S.Ip menyampaikan tentang urgensi Pendidikan Bela Negara bagi generasi muda khususnya mahasiswa. “Jadi pendidikan bela negara ini merupakan hal yang penting bagi mahasiswa sebagai generasi muda sekaligus sebagai penerus generasi bangsa dan para calon Pemimpin yang mempunyai nilai strategis dalam mewariskan nilai juang 45, “ ujar Eko Yulianto dalam pembukaan acara Selasa 3 Februari 2026 dipalangan kampus UNPER.
Para peserta akan di bimbing dan diawasi oleh para pelatih yang berasal dari satuan Kodim 0612 Tasikmalaya,Brigif 13 ,Polres Tasikmalaya dan lainnya.
Adapun yang mengikuti kegiatan bersama dengan mahasiswa baru Unper. “Jumlah peserta PBN tahun sekarang ada 1.036 adapun temanya PBN Angkatan ke 10 ini ” Penguatan Karakter Mahasiswa Melalui Pendidikan Bela Negara Dalam Menghadapi Tantangan Global” intinya tentang penanaman nilai-nilai nasionalisme, kejuangan dan sikap bela negara kepada mahasiswa,” tuturnya.H.Eko Irianto S.Ip
Sementara itu Rektor UNPER Tasikmalaya Dr.H.D.Yadi Heryadi Ir.,M.Sc menjelaskan bahwa mahasiwa adalah cendikiawan yang perlu diberikan pemahaman tentang sikap nasionalisme dan cinta tanah air.
“Kita tidak mau melahirkan generasi yang tidak cinta tanar air,mahasiswa sudah masuk cendikiawan,sudah mampu berpikir lebih jauh maka perlu ditanamkan ideologi Pancasila,cinta tanah air dan sikap bela kepada negara,”jelasnya singkat.( ADE BACHTIAR ALIF)*






