Ciamis NUANSA POST
Areal Wisata Cirahong setelah tempo hari viral, kini menjadi areal wisata yang padat diserbu para pengunjung dari mana mana menciptakan nuansa baru memberikan suasana areal wisata yang lebih sejuk nyaman dan asri disertai keindahanya sebuah jembatan kereta api, yang menghubungkan perbatasan dua daerah Tasikmalaya dan Ciamis. Kondisi dapat memberikan kehidupan bagi masyarakat,Minggu 19 /4 /2026.
Banyak sejarah mengatakan ,menurut versi kisah orang tua dulu bahwa ketika sebelum jembatan kereta api ada daerah tersebut merupakan sebagai tempat yang dinamakan Wanarame artinya hutan yang rame, merupakan sebagai tempat persembunyian para pejuang nenek moyang kita ketika saat masa dalam pemerintahan kolonial Belanda tahun 1801 .Pada tempo dulu daerah Cirahong adalah merupakan sebagai tempat Panyingkuran yang saat ini dijadikan sebuah nama Desa Panyingkiran
Tahun 1983 , Desa Panyingkiran dimekarkan dengan terbentuknya yakni Pemerintah Desa Pawindan pada tahun 1988 Kepala Desa Pawindan pertama yakni ( Alm ) Tarmedi Selama memimpin jadi kepala desa telah membuat terobosan hal itu yang disepakati oleh para tokoh masyarakat untuk membangun sarana transportasi dilingkup areal Cirahong ketika yang dibantu oleh TNI hal itu melalui dengan wujud program ABRI Masuk Desa ( AMD ) diantaranya sarana pembangunan transpotasi bagi pengguna jalan. Bahkan dia sempat ikut serta mensukseskan sebuah film dokumenter tentang Cirahong dalam rangka hari jadi Ciamis yang ke 38 tahun ,saat itu peranan sebagai pengendara kusir Delman berjalan lewati Jembatan Cirahong diiringi dengan berbagai tradisi budaya Galuh Pasundaan.
Seorang anggota BPD Desa Pawindan Dadan menyampaikan bahwa menurut versi orang terdahulu lokasi jembatan tersebut dulu adalah merupakan tempat yang sepi bila malam selain tidak ada penerangan gelap menyeramkan namun dengan adanya film dokumen tersebut yang gebyarnya selama 3 hari itu hingga banyak pengunjung yang berdatangan baik itu dari warga Tasikmalaya maupun dari warga masyarakat Ciamis hingga malam hari pun lokasi di tengah Jembatan Cirahong saat itu penuh oleh karna padatnya penonton, maka terjadilah dengan adanya pengamanan sukarela yang berasumsi dapat memberikan ketertiban , keamanan dan keselamatan pada setiap penonton /penggemar hal itu yang dapat ditugas pungsikan langsung secara sukarela baik itu oleh para hansip desa dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Ahmad Kartoyo menyampaikan ucapan terima kasih yang alhamdulilah atas kehadiran Bapa Aing KDM yang telah memberikan atas kucuran dan bantuannya khususnya untuk kemajuan dan ketertiban diantaranya terhadap kelancaran bagi pengguna jembatan cirahong ”Adapun hikmahnya dari semua ini adalah merupakan sebagai ilmu pemberian yang lebih baik hal itu hingga dapat mewujudkan buah hasil yang lebih bermamfaat.”ujarnya (ADI SUMARNA)***






