Kota Bandung, NUANSA POST
Bulan Suci Ramadhan berlomba-lomba dalam kebaikan dan saling menjaga kondusifitas agar terciptanya suasana penuh toleransi dan ketenteraman.
Begitu pula dengan peran penting kehadiran Satpol PP Kota Bandung, dimana selama Ramadhan 1447 H kinerjanya difokuskan kepada pemeliharaan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat berdasarkan aturan operasional khusus bulan suci Ramadhan.
Satpol PP Kota Bandung memilki peran utama yakni membantu Walikota untuk menegakkan Perda ketertiban umum dan ketenteraman, serta perlindungan masyarakat (Linmas).
Satpol PP harus siaga dalam tindakan preventif (patroli/sosialisasi) dan represif (penertiban non-yustisial) untuk menciptakan kondisi kota yang tertib, aman, dan kondusif.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si., menerangkan dalam menegakan pelarangan tempat hiburan selama Ramadhan tidak sendirian.
“Kami (Satpol PP) secara kolaboratif bersama Disbudpar, dan Disdagin Kota Bandung baik terkait pengawasan dan evaluasi untuk melihat sejauh mana realisasi di lapangan, apakah para pengusaha telah mentaati atau ada yang melanggar Surat Edaran Wali Kota Nomor 020/Disbudpar/2026 tentang ketentuan operasional usaha pariwisata dan hiburan selama bulan suci Ramadan,” Urai Bambang.
Dinyatakannya bahwa hingga saat ini tidak adanya pelanggaran juga belum ada laporan pengaduan dari masyarakat Kota Bandung.
“Satpol PP Kota Bandung selama Ramadhan tetap terus melaksanakan monitoring pemantauan tempat hiburan dan akan melakukan tindakan apabila ada yang melanggar,” cetusnya.
Satpol PP Kota Bandung terus intens melaksanakan agenda giat rutin lainnya diantaranya penertiban dan Pengawasan Penyakit Masyarakat (Pekat). Satpol PP secara rutin melakukan operasi untuk memastikan kekhusyuan ibadah Ramadhan, meliputi Penertiban PMKS Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial seperti pengemis dan gelandangan di titik-titik keramaian dan lampu merah dan tempat ibadah khususnya masjid.
Selain itu pula, Satpol PP Kota Bandung terus melakukan Operasi Miras dan Prostitusi. Sewaktu memonitor beberapa lokasi, baik tempat hiburan, bar, maupun karaoke, semuanya tutup.
Dalam penyesuaian banyaknya pedagang musiman, Satpol PP Kota Bandung turut serta melakukan pengaturan PKL dan Takjil agar arus lalu lintas dan kebersihan kota dengan mengatur zonasi pedagang tersebut.
“Pengawasan Pasar Tumpah mengatur pedagang takjil di kawasan populer seperti Gasibu, Pusdai, atau Alun-alun agar tidak memakan badan jalan,” imbuhnya.
Zonasi PKL dipastikannya agar tetap berada di zona yang diizinkan dan menjaga estetika kota Bandung.
Terkait penjagaan Kawasan Ibadah dan Ruang Publik Patroli Alun-alun dan Masjid Raya, kerap dilakukannya terlebih di Masjid Alun-alun Kota Bandung adanya kegiatan rutin Safari Ramadhan Wali Kota Bandung selama Ramadhan.
Sebelum Ramadhan, pihaknya telah melakukan persiapan dan acap kali melakukan penambahan personel guna meningkatkan keamanan di sekitar Masjid Raya Bandung dan Alun-alun Kota Bandung.
Adapun untuk Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Penegakan aturan merokok di ruang publik tentu saja merupakan hal yang lebih intens oleh Satpol PP, hal itu sudah jelas untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Menyoal Penyesuaian Pelayanan Publik Pemerintah Kota Bandung menetapkan penyesuaian jam kerja dan pelayanan selama Ramadhan 1447 H. Untuk Jam Operasional Pelayanan kantor pemerintah dilakukan lebih awal agar ASN dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Layanan Pengaduan Masyarakat tetap dapat melaporkan gangguan ketertiban melalui kanal resmi Satpol PP Kota Bandung.
Bambang kembali menyampaikan bahwa Satpol PP Kota Bandung juga secara masif melaksanakan Sosialisasi dan Himbauan Toleransi, diantaranya dengan menyebarkan informasi mengenai aturan operasional tempat usaha makan dan hiburan selama siang hari.
Dalam menjaga kondusifitas selama Ramadhan, dilaksanakannya Patroli Sahur On The Road (SOTR). Satpol PP Kota Bandung juga melakukan penertiban reklame-reklame yang melanggar sekaligus mengamankannya guna pencegahan terjadi kecelakaan atau reklame roboh menimpa pengguna lalu lintas dan warga sekitar.
Intensitas musim penghujan dan angin kencang lumayan sering terjadi. Bambang mengingatkan agar masyarakat tetap siaga berjaga-jaga.
“Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan, peran aktif dari seluruh masyarakat sangat penting, agar ibadah Bulan Suci Ramadhan ini dapat berjalan tanpa gangguan yang berarti,” tutupnya. (Riezcky)






