Uncategorized

Penjaga Tanah Bandung: Rakyat Menjerit, Pemerintah Tidak Becus Sediakan Lapangan Pekerjaan Yang Layak

13
×

Penjaga Tanah Bandung: Rakyat Menjerit, Pemerintah Tidak Becus Sediakan Lapangan Pekerjaan Yang Layak

Sebarkan artikel ini

Bandung, NUANSA POST
Penjaga Tanah Bandung disingkat PTB memiliki slogan “DI TOEL HIJI, MAEN KABEH” memiliki intisari disenggol satu, main semua. Hari Minggu (15/3/2026) bertempat di depan Lucky Square Kota Bandung usai melaksanakan bagi-bagi takjil gratis kepada para pengguna lalu lintas, pendiri kelompok gabungan 14 ormas bernama Penjaga Tanah Bandung, Iskandarsyah menyerukan kepada awak media Nuansa post bahwa bahwa sebuah kejahatan yang terjadi ditengah masyarakat hal itu bersumber dari ketidakbecusan pemerintah daerah dan pusat dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan yang layak untuk menghidupi rakyatnya.

Iskandarsyah menegaskan bahwa dari hal itu pula hingga akhirnya ormas luar Bandung, GRIB membuat onar kekerasan kepada ormas Pemuda Pancasila Bandung beberapa tahun ke belakang.

“Saya tegaskan, mendirikan Penjaga Kota Bandung (PTB) ini fokus untuk melawan ormas Grib dan kami bersama 14 ormas yang tergabung siaga penuh kapanpun siap untuk menghadapi ormas luar manapun yang membuat keributan di Bandung,” ujarnya.

Ketika ditanya maksud, tujuan dan harapan dari pelaksanaan PTB berbagi takjil, Iskandarsyah menyampaikan tidak memilki maksud apapun. Ia lebih suka membiarkan orang-orang untuk menilainya dan mencernanya sendiri.

“Sudah jelas kan masyarakat saat ini semakin krisis ekonominya, aparat penegak hukumnya lemah, pemerintahannya tidak pernah konsen kepada kemajuan ekonomi rakyatnya. Kapan kita semua akan maju sementara setiap hari untuk kebutuhan isi perut saja sangat sulit,” paparnya.

Ia menyoroti kejahatan dan kekerasan lainnya yang terjadi di Bandung diantaranya masih terjadinya pemaksaan pengambilan kendaraan kredit oleh oknum Matel/DC.

Menurutnya hal tersebut ia tegaskan ada yang membekinginya dan dimanfaatkannya situasi tersebut oleh komplotan begal mengaku-ngaku matel.

“Jadi jangan salahkan kami dan masyarakat apabila bertindak langsung melawan penindasan ini. Pemerintah daerah dan pusat harus turun atuh, selesaikan agar masyarakat tenang menjalani keseharian,” pintanya.

Kembali lagi ia mengutarakan, apabila masyarakatnya di berikan pekerjaan yang layak maka tidak akan banyak kejadian begal dan kekerasan.

Ratusan takjil gratis dibagikan kepada para pengendara yang melintasi Jalan Terusan Jakarta Kota Bandung. Nampak pemandangan yang menyejukkan saat mereka memberi dan menerima penuh senyuman sumringah dengan mengucapkan kata “hatur nuhun semoga berkah, Jazakallah khairan katsiran”.

Masyarakat menantikan keseriusan pemerintah untuk konsen penuh dalam memajukan sektor perekonomian masyarakat.

Penjajahan secara fisik sudah dilalui oleh para pejuang pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia akan tetapi penjajahan melalui ekonomi rakyat Indonesia semakin dirasakan akan sulitnya memenuhi kehidupan keseharian. Apalagi untuk memenuhi jenjang masa depan anak cucunya sangatlah berat. (Riezcky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *