Bandung, NUANSA POST
Hari Raya Idul Fitri 1447 H kurang lebih enam hari lagi akan tiba. Nampak jumlah kendaraan di beberapa jalur arteri wilayah Jawa Barat melonjak.
Namun hal tersebut masih dalam hitungan ramai lancar dimana kondisi lalu lintas secara umum masih relatif stabil dengan kategori arus mudik Ramadhan 1447 H.
Terdapat beberapa penyebab hingga saat ini arus mudik belum sampai terjadi kemacetan. Disinyalir salah satunya faktor situasional ekonomi khususnya di Jawa lagi tidak baik-baik saja.
Menjadikan pemudik lebih memilih moda transportasi umum ketimbang memakai kendaraan pribadi bukan tidak mau melainkan efisiensi penghematan uang.
Dari pantauan Dishub Jawa Barat terkini bahwa volume kendaraan di jalur arteri menuju Priangan Timur meningkat 10 persen. Kepadatan kendaraan juga terjadi di Stasiun Hall Bandung serta di Jalur Pantura Bekasi.
“Kondisi situasi arus lalu lintas tetap terpantau lancar, banyak pemudik yang memilih kereta api cukup meningkat sebagai transportasi mudik dan kendaraan roda dua juga mulai memadati arus mudik,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar.
Inilah jumlah pemudik melalui KAI, jumlah penumpang kereta api jarak jauh di wilayah DAOP II pada Sabtu (14/3/2026) mencapai 57.729 orang. Angka terus meningkat hingga 90,12 persen atau 27.365 penumpang dibandingkan berselang sehari sebelumnya.
Kadishub Jabar Dhani Gumelar lantas mengungkapkan, peningkatan jumlah penumpang juga terjadi di wilayah DAOP III. Pada hari yang sama, jumlah penumpang kereta api di wilayah DAOP III sebanyak 30.060 penumpang, meningkat sekitar 95,64% atau 14.695 orang dibandingkan hari sebelumnya.
“Bahkan, jumlah penumpang kereta api pada Kereta LRT meningkat sekitar 130,3 persen menjadi 29.555 penumpang” kata Dhani.
Demikian pula para Pemudik ada yangg menggunakan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Pada 14 Maret 2026, jumlahnya sebanyak 30.345 penumpang, telah meningkat sekitar 51,81 persen,” ujar Dhani, Selasa (17/3/2026). Terdapat Penurunan jumlah penumpang hanya terjadi di DAOP I, namun persentase penurunan cuma 3,32 persen atau menjadi 30.135 penumpang.
Adapun para pemudik sementara ini di Bandara BIJB Kertajati, tidak ada penerbangan pada Minggu (15/3/2026). Penerbangan hanya ada pada Selasa dan Sabtu.
“Ada aktifitas pemudik memilih pesawat terbang di Bandara Husein Sastranegara, jumlah penumpang melonjak 121 persen pada Minggu tanggal 15 Maret 2026,” pungkasnya. (Riezcky)






