Uncategorized

Program MBG Tidak Perlu Dihentikan, Tapi Lakukan Evaluasi dan Perbaiki Tata Kelola

4
×

Program MBG Tidak Perlu Dihentikan, Tapi Lakukan Evaluasi dan Perbaiki Tata Kelola

Sebarkan artikel ini

BANDUNG— Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo menegaskan, bahwa  Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah proses pembenahan internal yang sedang berlangsung di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, perubahan pimpinan dan langkah hukum yang berjalan saat ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah bersikap responsif dan transparan. “Pergantian pimpinan BGN dan proses hukum yang saat ini berjalan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap masalah yang terjadi. Pemerintah memiliki keberanian untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kelemahan, dan membenahi tata kelola program agar semakin baik ke depan,” ujarnya,

            Dalam menanggapi hal tersebut, Abah Anton Charliyan sebagai tokoh budaya Sunda dan Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat mengaku setuju dengan Presiden Prabowo yang telah memberikan instruksi tegas agar pemenuhan gizi masyarakat kelompok rentan tidak terganggu melalui program MBG yang sudah berjalan. Kendala internal jangan sampai  menghentikan program yang menjadi hajat hidup orang banyak ini.”Presiden Prabowo memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan, karena program ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan. Kita tidak boleh berhenti hanya karena ada masalah, tetapi justru harus belajar dari masalah itu, memperbaiki sistemnya, dan memastikan manfaat program tetap sampai kepada masyarakat,” tuturnya.

            Abah Anton mengakui, bahwa program  MBG  memang kini tengah dituntut untuk dibubarkan atau dihentikan sementara oleh sejumlah koalisi masyarakat sipil, mahasiswa, hingga tokoh politik. Tuntutan ini mencuat akibat adanya dugaan buruknya tata kelola dan kasus korupsi yang menyeret petinggi lembaga terkait, sehingga memicu kekhawatiran terkait pemborosan anggaran negara.

            Namun yang pasti,menurut mantan Kapolda Jabar ini, program MBG ini harus tetap dilanjutkan dan perlu adanya perbaikan. Adapun alasan bahwa program MBG ini harus tetap dilanjutkan,karena program MBG ini dalam Upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi anak dan remaja sebagai kader generasi penerus bangsa sangat dibutuhkan untuk Persiapan menuju Indonesia Emas.Artinya  dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat .Kemudian menekan angka stunting karena Indonesia punya tingkat nilai angka stunting yang cukup tinggi. Ciri bangsa maju angka stunting harus zero / rendah.”Selain  itu, program MBG ini meningkatkan dan menghidupkan roda ekonomi kerakyatan .Dengan adanya MBG, maka petani ,peternak ,petelur dll bisa jual sesuai harga pasar  , dimana selama ini selalu ditekan oleh para tengkulak dengan harga rendah,  akibatnya petani peternak sebagai produsen tetap miskin ,”jelasnya

            Menurutnya, mereka yang tidak setuju dengan program MBG itu kebanyakan hanya sentimen politik saja , dengan alasan yang dibuat buat saja. Dengan adanya MBG justru petani Sejahtera. Karena itu,  bila di kalkulasi dengan logika yang sehat dan jernih tanpa embel   kepentingan apapun , program MBG itu  tetap saja akan lebih banyak manfaatnya dari pada mudaratnya

            Walaupun demikian, Abah Anton Charliyan meminta pemerintah agar melakukan evaluasi dan penataan tata kelola agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan efisien. “Setidaknya, pemerintah harus menata ulang dan mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum untuk memastikan operasionalnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mencegah praktik yang tidak semestinya.Pemerintah juga akan lebih memfokuskan penerima manfaat pada kelompok yang paling membutuhkan, seperti balita, ibu hamil, dan keluarga prasejahtera.”pungkasnya.(REDI MULYADI)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *