Jepang-Sumedang, NUANSA POST
Ir. H. Dodi Rudiamansyah membuktikan loyalitas kepemimpinannya menjadi nahkoda Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sumedang dengan mengibarkan bendara PSI hingga ke luar negeri yakni di Negara Jepang.
Melalui pesan singkat whatsapp ia menyampaikan kepada awak media Lintas Pena Media Group, mencontoh dari adab orang jepang bahwasannya tak pernah meninggalkan tradisi dan bagi siapapun yang telah berjasa di masa lampau untuk tetap di hargai begitu pula sekaligus menghormatinya bagi orang pekerja keras buat negaranya.
“Intinya adalah bukan habis manis sepah dibuang. Hargai dan hormati bagi orang pekerja keras yang telah mendedikasikan segala pengorbanannya. Kita bisa belajar dari adab orang jepang bahwa mereka tak pernah meninggalkan tradisi ini,” tulis Ketua DPD PSI Sumedang, Ir. H. Dodi Rudiamansyah.
Saat ini DPD PSI Sumedang memfokuskan penguatan konsolidasi internal partai hingga akar rumput.
Adapun pengurus inti yang baru DPD PSI Kabupaten Sumedang yaitu; Jabatan Ketua DPD Ir. H. Dodi Rudiamansyah, Sekretaris Firman Firdaus, dengan bendaharanya adalah Masagus Mangku Gama, ST.
Kader PSI Sumedang tengah gencar turun ke berbagai lapisan masyarakat terutama kaum remaja dan kaum perempuan untuk berkonsolidasi total hingga tingkat ranting.
Hal itu dimaksudkan guna mengawal aspirasi masyarakat Sumedang baik kalangan petani, pelaku usaha (UMKM), dan lapisan masyarakat lainnya.
“PSI Sumedang siap bergerak dengan komitmen penuh untuk mengawal tata kelola anggaran daerah agar senantiasa tepat sasaran, terutama sektor pendidikan dan infrastruktur ke pelosok daerah,” imbuhnya.
Selain itu PSI Sumedang terus menggenjot kampanye melalui media sosial. Hal itu ia lakukan untuk mengoptimalkan manfaat positif dari media digital (medsos) dalam menyebarluaskan narasi politik berbasis edukatif dan solutif.
“PSI Sumedang hadir dengan inklusif bagi generasi muda dan semua lapisan masyarakat dengan memberi bukti nyata saling menjaga amanah untuk kebermanfaatan lebih luas. Jangan sekali – kali melupakan jasa siapapun, bukan habis manis sepah di buang begitu saja,” pungkasnya. (Riezcky)






