Uncategorized

FGD Peningkatan Mutu Madrasah di Kabupaten Bogor Dorong Sinergi Pemangku Kepentingan Menuju Generasi Emas

2
×

FGD Peningkatan Mutu Madrasah di Kabupaten Bogor Dorong Sinergi Pemangku Kepentingan Menuju Generasi Emas

Sebarkan artikel ini

BOGOR — Upaya meningkatkan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor terus diperkuat melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) & Sharing Session Peningkatan Mutu dan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah melalui Sinergi, Kolaborasi, dan Penguatan Peran Pemangku Kepentingan, yang digelar di aula MAN 1 Bogor, Selasa (01/09/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur pengawas madrasah, kepala madrasah negeri di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, serta Komite Madrasah Negeri Kabupaten Bogor.

Bertindak sebagai tuan rumah, Kepala MAN 1 Bogor, Dian Kardinah, turut menyambut dan mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta kolaborasi dalam pengelolaan pendidikan madrasah.Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, Syawaluddin Nasution.

Dalam arahannya, Syawaluddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FGD yang menghadirkan berbagai unsur yang memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan dan sinergi antara Kementerian Agama, kepala madrasah, pengawas, komite madrasah, serta berbagai elemen masyarakat.

Syawaluddin juga mengapresiasi kehadiran Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Bogor sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut, yakni Wiri Yutruski selaku Ketua PPWI Kabupaten Bogor dan Berto Tumpal Harianja selaku Kepala Bidang Hukum PPWI Kabupaten Bogor.

Kehadiran PPWI diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan madrasah dengan masyarakat, khususnya dalam membangun komunikasi publik, transparansi, akuntabilitas, serta kepedulian masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan.

Dalam sesi sharing dan diskusi, peserta membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan peningkatan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah.

FGD juga menjadi ruang untuk menyelaraskan persepsi, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif yang dapat dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Ketua PPWI Kabupaten Bogor, Wiri Yutruski, dalam pemaparannya menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Menurutnya, madrasah tidak hanya membutuhkan dukungan internal, tetapi juga membutuhkan ekosistem sosial yang mampu memberikan pengawasan, masukan, sekaligus dukungan konstruktif.

Sementara itu, Berto Tumpal Harianja, selaku Kabid Hukum PPWI Kabupaten Bogor, turut memberikan perspektif mengenai pentingnya pemahaman terhadap aspek regulasi, tata kelola, serta kepatuhan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Penguatan pemahaman tersebut dinilai penting agar seluruh pihak dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara tepat, profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

FGD tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat posisi komite madrasah sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan.

Komite diharapkan mampu menjalankan fungsi partisipasi dan pemberian masukan secara konstruktif, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara madrasah dengan masyarakat.

Para pengawas dan kepala madrasah juga didorong untuk terus membangun budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan, baik dalam aspek manajemen, pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, maupun tata kelola madrasah.

Melalui forum tersebut, seluruh peserta menyelaraskan komitmen bahwa peningkatan kualitas pendidikan madrasah harus ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama.

Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pengawas, komite, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan madrasah yang berkualitas, berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Kegiatan FGD & Sharing Session ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, memiliki kompetensi, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Dengan penguatan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, madrasah di Kabupaten Bogor diharapkan semakin mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus mengambil peran penting dalam menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia. (FITRI/ANDI)****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *