BandungBeritaDaerah

Institut Teknologi Bandung (ITB) Kembangkan Desain Furnitur Tematik untuk Mendukung Wisata Bungkuk–Blego, Desa Ngunut, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur

16
×

Institut Teknologi Bandung (ITB) Kembangkan Desain Furnitur Tematik untuk Mendukung Wisata Bungkuk–Blego, Desa Ngunut, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

Bandung, NUANSA POST

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Bandung (LPPM-ITB) meluncurkan program pengabdian masyarakat berjudul “Pengembangan Desain Furniture Penunjang Wisata Tematik Berbasis Budaya dan Ruang Terbuka di Kawasan Gunung Blego, Desa Ngunut, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.” Rabu, (26/11/2025).

Program yang dilaksanakan oleh tim yang dipimpin oleh G. Prasetyo Adhitama, dengan anggota Kukuh Rizki Satriaji dan Budi Isdianto ini berfokus pada pengembangan desain furnitur outdoor untuk meningkatkankualitas fasilitas wisata di Desa Wisata Gunung Bungkuk.

Dr. Arch. Gregorius Prasetyo Adhitama, MSn. Selaku Dosen dan Peneliti FSRD- ITB menerangkan kepada awak PT LINTAS PENA MEDIA Group. Kawasan Bungkuk–Blego merupakan salah satu destinasi potensial di Kabupaten Magetan  yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan lanskap unik serta menjadi salah satu tujuan  wisata olah raga paralayang. Namun, fasilitas ruang terbuka yang tersedia saat ini masih  terbatas, terutama elemen-elemen furnitur seperti kursi, meja, shelter, dan papan informasi  yang ramah wisatawan serta mencerminkan identitas lokal. Ketersediaan furnitur yang tepatsangat penting untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, mendukung aktivitas wisata  outdoor, dan memperkuat citra kawasan.

Program ini dirancang untuk menghasilkan desain furnitur tematik dan fungsional yangselaras dengan lingkungan alam dan budaya setempat. Elemen furnitur yang dikembangkan akan memiliki karakter portable, ringan, kuat, serta mudah direplikasi oleh pengrajin lokal.

Dengan menggabungkan pendekatan kontekstual, partisipatif, berkelanjutan, ergonomis, dan estetika naratif, program ini memastikan bahwa furnitur yang dihasilkan tidak hanya fungsional, tetapi juga merefleksikan identitas kawasan Bungkuk–Blego.

Pendekatan kontekstual dilakukan dengan menggali karakter dan kebutuhan lokal berupa bentuk, motif, dan warna dari lanskap alam serta aktivitas luar ruang (outdoor) yang menjadi  ciri khas setempat. Pendekatan ekologis diterapkan melalui pemilihan material ramah lingkungan dan sistem konstruksi knock-down dan portable yang memudahkan transportasi,  produksi dan perawatan. Sementara itu, prinsip ergonomi menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna dari berbagai kelompok usia. Dimensi furnitur disesuaikan dengan data antropometri masyarakat lokal agar lebih akurat dan nyaman digunakan.

Target utama kegiatan meliputi perancangan furnitur ruang terbuka berupa konsep desain beberapa varian kursi serbaguna yang sesuai dengan kondisi wisata outdoor di Gunung Blego, penyusunan gambar kerja serta pembuatan prototipe untuk diujicoba di lokasi setempat. Program ini direncanakan berlangsung selama 6 bulan, mencakup tahapan persiapan, survei lapangan, pengumpulan data, proses desain, pembuatan prototipe, penyusunan rencana implementasi, serta sosialisasi dan publikasi hasil.Seluruh tahapan dilaksanakan secara kolaboratif dengan masyarakat dan perangkat desa setempat. Melalui program ini, LPPM ITB berkomitmen berkontribusi pada penguatan identitas ruang dan peningkatan daya saing pariwisata Bungkuk–Blego. Rancangan furnitur yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh pengrajin lokal, menjadi bagian dari strategi peningkatan ekonomi desa, serta memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. ((RIEZCKY).)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *