Tasikmalaya, NUANSA POST
Pembenahan infrastruktur transportasi di Kota Tasikmalaya menjadi langkah strategis untuk peningkatan pelayanan. Hal ini terungkap dalam pertemuan saat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada Selasa 27 Januari 2026. Kunjungan ini membahas berbagai isu strategis, khususnya pengembangan dan peningkatan infrastruktur serta layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di Kota Tasikmalaya. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin solid guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan pembangunan daerah.
“Pemkot Tasikmalaya melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat di bidang transportasi”, kata Viman usai pertemuan, Selasa 27 Januari 2026.
Epicentrum Priangan Timur
Ia menyebut, Kota Tasikmalaya merupakan epicentrum Priangan Timur. Dimana konektivitas dari dan ke Kota Tasikmalaya cukup tinggi. Oleh karena itu diperlukan pembenahan guna menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah. “Tingginya aktivitas sangat berpeluang perekonomian lebih berkembang. Utamanya dalam pertemuan tadi di fokuskan pada pembahasan isu strategis terkait pengembangan dan pembenahan infrastruktur”, jelas Viman.
Status Terminal Kota Tasikmalaya Sementara itu terkait terminal utama angkutan darat Tipe A Indihiang Kota Tasikmalaya, dibahas juga dalam pertemuan. Viman mengatakan terminal tersebut dulunya merupakan aset Kota Tasikmalaya yang telah dihibahkan ke Kemenhub. Proses pengalihan aset seluas 7,3 Ha dan operasional terminal ini mengikuti amanat UU No. 23 Tahun 2014, yang secara intensif dilakukan sekitar tahun 2016-2017. Sehingga pengelolaannya dialihkan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Bandara Wiriadinata
Untuk aktivasi bandara, Viman menjelaskan bahwa Bandar Udara Wiriadinata pertama dibuka sebelum Covid-19. Keberadaan transportasi udara saat itu disambut antusias warga.
Tercatat saat itu jumlah penumpang mencapai 18.000 penumpang per tahun. Namun dihentikan sementara akibat Covid-19. Usai dinyatakan berakhirnya status pandemi di Indonesia, bandara kembali beroperasional. “Reaktivasi ke-2 kurang optimal, karena model bisnis dinilai yang kurang pas. Serta pemulihan ekonomi setelah pandemi,” katanya.
Dalam pertemuan di Kemenhub tersebut Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan disambut Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Santana, Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan dan Direktur Bandar Udara Budhi K Kresna. Permasalahan Bandara Direktur Bandar Udara Budhi K Kresna mengungkapkan, bandara Wiriadinata Tasikmalaya tersebut sebenarnya sudah siap operasi. Namun permasalahannya ada pada penerbangannya. Selain itu, kurangnya destinasi yang menunjang orang datang ke Tasikmalaya menjadi salah satu permasalahan lainnya.
Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan turut menambahkan tentang aktivitas di terminal Indihiang. Menurutnya terminal Indihiang merupakan salah satu terminal yang produktif.
Langkah Strategis Kunjungan ke Kemenhub ini menurut Viman menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Pemkot Tasikmalaya. “Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan program pembangunan transportasi di daerah dengan kebijakan pusat,” pungkasnya. (Mukhlas DIP)






