DaerahMajalengka

Ngopi PWI Jadi Titik Balik: Pers dan Kampus Satukan Langkah Bangun Jurnalisme Daerah

7
×

Ngopi PWI Jadi Titik Balik: Pers dan Kampus Satukan Langkah Bangun Jurnalisme Daerah

Sebarkan artikel ini

‎Majalengka, NUANSA POST

Forum “Ngopi” (Ngobrol Bareng PWI) yang digelar di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Majalengka, Jumat (5/6/2026), menghadirkan nuansa yang jauh dari sekadar pertemuan santai. Dari obrolan ringan, forum ini berkembang menjadi ruang strategis yang mempertemukan insan pers dan akademisi demi memperkuat fondasi jurnalistik di Majalengka.
‎Sejumlah pimpinan Universitas Majalengka turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Rektor Otong Syuhada, Wakil Rektor I dan III, Kepala LPPM, Kepala Lembaga Penjamin Mutu, bersama pengurus serta anggota PWI Majalengka.
‎Dialog yang terbangun berlangsung hidup dan terbuka. Beragam gagasan mencuat, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya jurnalis, pemanfaatan teknologi digital dalam kerja media, hingga pentingnya menyiapkan regenerasi wartawan yang adaptif dan berdaya saing.
‎Ketua PWI Majalengka, Pai Supardi, menilai bahwa perubahan lanskap media menuntut kesiapan yang lebih matang. Ia menekankan perlunya upaya terstruktur agar lahir jurnalis-jurnalis muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara etika dan karakter.
‎Hasil dari pertemuan tersebut, PWI dan Universitas Majalengka sepakat membangun kemitraan strategis. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan talenta serta peningkatan kapasitas anggota PWI, yang ke depan akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
‎Di sisi lain, Rektor Unma Otong Syuhada menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi merupakan elemen penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Menurutnya, media memiliki peran vital sebagai jembatan edukasi dan penyebaran pengetahuan kepada masyarakat luas.
‎Panitia kegiatan, Defri Ardiansyah, menjelaskan bahwa “Ngopi” merupakan agenda rutin PWI Majalengka yang secara konsisten menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, legislatif, akademisi, hingga tokoh masyarakat untuk membedah isu-isu strategis daerah.
‎Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi awal dari babak baru kerja sama kampus dan insan pers. Dari diskusi sederhana itu, tersimpan optimisme besar untuk melahirkan generasi jurnalis Majalengka yang profesional, progresif, dan siap menjadi motor perubahan di masa depan. (SITI AMINAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *