Uncategorized

Hari Anak Nasional 2026 di Tasikmalaya Hadirkan 1.100 Paket Kasih dan Khitanan Massal Gratis

4
×

Hari Anak Nasional 2026 di Tasikmalaya Hadirkan 1.100 Paket Kasih dan Khitanan Massal Gratis

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Tasikmalaya meninggalkan jejak emosional yang mendalam. Di balik kemeriahan ribuan peserta yang memadati lokasi, terselip kisah-kisah menyentuh tentang kepedulian, air mata kebahagiaan, dan asa baru bagi anak-anak yang sempat terluka oleh kekerasan.

​Mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas”, perayaan yang diinisiasi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Acara ini bertransformasi menjadi ruang pelukan hangat bagi 1.100  keluarga kurang mampu dan anak anak korban kekerasan, serta aksi nyata melalui 110 khitanan massal.

​Kemeriahan Hari Anak Nasional tahun ini terasa amat istimewa berkat kehadiran para tokoh nasional dan daerah yang turun tangan langsung berbagi kebahagiaan.

Agenda istimewa ini dihadiri secara langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., Irjen Kemendes PDTT Dr. Masyhudi, S.H., M.H., Pendiri Sahabat Ryano Muhamad Ryano Panjaitan, hingga Owner Group37 H. Cahya Gandara.Selain itu, hadir pula Ketua KPAI Pusat Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd., Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Jawa Barat Fitria Ekayani, Danrem Tarumanagara Garut Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M., serta Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi. Kehadiran para pemimpin ini menegaskan satu pesan penting, perlindungan anak adalah tanggung jawab semesta.

​Salah satu momen paling ditunggu dalam rangkaian acara ini adalah ketika Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, memberikan motivasi langsung kepada para orang tua dan anak-anak yang hadir.

​Dikenal luas sebagai sosok jenderal berlatar belakang seorang marbot masjid yang kerap membagikan keteduhan rohani, ia mengingatkan bahwa keluarga adalah madrasah pertama dan benteng pertahanan paling kokoh bagi masa depan anak.

​”Keluarga adalah tempat pertama anak belajar. Dari sanalah mereka memperoleh bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks di masa depan,” ungkap Mayjen TNI Kosasih penuh kehangatan.

​Ia juga berpesan kepada seluruh anak di Tasikmalaya agar tidak pernah lelah menimba ilmu demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

“Teruslah belajar, belajar, dan belajar. Persiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih penuh tantangan dibandingkan sekarang,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam turut memberikan perhatian sederhana namun berarti—berupa ucapan selamat dan hadiah bagi anak-anak yang sedang merayakan hari ulang tahun sebuah bentuk penghargaan kecil yang terbukti ampuh merajut rasa percaya diri mereka.

​Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara kolosal ini.

Ia menyebut kehadiran Pangdam III/Siliwangi bukanlah hal baru, sebab sang jenderal telah lama dikenal konsisten mendampingi isu-isu perlindungan anak bahkan jauh sebelum mengemban jabatan saat ini.

“Beliau selalu hadir ketika anak-anak membutuhkan perlindungan. Hari ini kita bisa melihat sendiri bagaimana beliau bercengkerama, bergembira, dan memberikan perhatian langsung kepada anak-anak. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.

​Senada dengan hal tersebut, Owner Group37, H. Cahya Gandara, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menebar manfaat bagi sesama.

Melalui sinergi bersama KPAID, pihaknya mendampingi ribuan keluarga dan anak-anak korban kekerasan agar kembali menemukan senyum dan harapan mereka.

​“Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, bukan mengambil manfaat dari orang lain,” tutur H. Cahya Gandara.

​Rangkaian HAN 2026 di Tasikmalaya ditutup dengan kemeriahan pertunjukan seni, pameran kreativitas anak, Bazar UMKM, serta permainan edukatif yang berlangsung semarak.

​Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, KPAID, TNI, dunia usaha, dan masyarakat, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar wacana di atas kertas.

Ia hadir sebagai gerakan moral nyata, merawat tunas-tunas bangsa agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, tangguh, dan terlindungi demi menapaki masa depan Indonesia yang gemilang.*(REDIM)****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *