Advertorial

Dinilai Profesional oleh Kemendagri, GAPERKASINDO Tawarkan Solusi Inovatif untuk Pemerintah Daerah

4
×

Dinilai Profesional oleh Kemendagri, GAPERKASINDO Tawarkan Solusi Inovatif untuk Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Pertanian dan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO) sebagai organisasi perkumpulan, memaparkan sejumlah gagasan dan inovasi di bidang pertanian kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam audiensi yang digelar di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung F Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Audiensi tersebut merupakan respon positif  Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum melalui Direktorat Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri terhadap eksistensi GAPERKASINDO.

Tim GAPERKASINDO diterima oleh Abdul Ghofur, S.STP., M.Si., selaku Plh. Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Tim GAPERKASINDO yang dipimpin Ketua Umum Hasyari Nasution, didampingi Wakil Ketua Umum I Diah, Wakil Ketua Umum II Soraya, Ketua Dewan Penasehat DPD Provinsi Riau Yusman Matondang, serta Penasehat DPP Bidang Media Hence Mandagi.

Dalam paparannya, Hasyari Nasution menyampaikan komitmen GAPERKASINDO untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Organisasi kami siap berkontribusi dalam berbagai program Kemendagri yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian dan perkebunan di seluruh pemerintah daerah,” ujar Hasyari.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan, Hasyari juga memaparkan pihaknya memulai temuan teknologi pupuk organik, hayati, dan semi organik yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas pertanian lebih efektif dibandingkan pupuk yang selama ini digunakan.

“Kami bisa menjamin pupuk Indonesia terbaik di dunia. Bahkan ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan gagal panen tidak akan menjadi masalah serius karena ada solusi pupuk buatan anak negeri,” lanjutnya.

Pupuk yang dikembangkan, menurut Hasyari yang juga merupakan Ketua Koperasi FANANTARA, memiliki kemampuan meningkatkan daya serap air lewat udara sehingga tanaman tetap memperoleh pasokan air meski berada pada kondisi lahan yang kering.

Selain itu, Ia juga menyampaikan bahwa bahan baku pupuk yang dihasilkan salah satu perusahaan anggota GAPERKASINDO tersedia melimpah di Indonesia dan berpotensi mendukung kemandirian sektor pertanian nasional.

Dalam audiensi itu, GAPERKASINDO juga menyampaikan pandangannya bahwa penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus berpotensi menurunkan kualitas tanah. “Selain itu selama puluhan tahun warga kita mengkonsumsi hasil pertanian yang mengandung bahan kimia dari pupuk, padahal ada pupuk organik dan hayati berlimpah,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa Pemerintah mengalokasikan subsidi pupuk 2025–2026 sebesar Rp46,9 triliun untuk 9,62 juta ton pupuk.

Menurutnya,  penggunaan pupuk Majemuk Komplit + Katalisator + Beneficial karya anak bangsa mampu menghemat kebutuhan pupuk 30 persen atau sekitar Rp14,08 triliun per tahun.

Ia juga menyatakan teknologi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 70 persen dengan nilai tambah sekitar Rp32,77 triliun. Dengan demikian, total manfaat ekonomi yang diklaim mencapai Rp46,85 triliun per tahun, sekaligus mendorong industri pupuk lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membuat APBN lebih efisien.

Sebagai implementasi dari gagasan tersebut, GAPERKASINDO menawarkan program Desa Mandiri sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas lahan, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Menanggapi pemaparan tersebut, Plh. Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Abdul Ghofur memberikan apresiasi dan menilai program yang disampaikan menunjukkan kapasitas GAPERKASINDO sebagai organisasi yang profesional dengan konsep dan teknologi pertanian yang dinilai maju.

“Berbagai gagasan yang dipaparkan berpotensi menjadi salah satu solusi bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan di sektor pertanian, terutama meningkatkan jumlah hasil produksi yang menguntungkan petani dan jaminan hasil pertanian sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Gofur.

Gofur juga menyampaikan bahwa hasil audiensi akan dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum.

Selain itu, ia berharap berbagai temuan dan inovasi yang dipresentasikan GAPERKASINDO dapat diteruskan kepada Kementerian Pertanian, khususnya bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), agar dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. (ADVERTORIAL)****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *