Uncategorized

Komisi III DPRD Kota Banjar Kunker Ke Kemenag dan MTsN 1 Banjar “Banyak PR Bersama Pemkot dan Pusat”

19
×

Komisi III DPRD Kota Banjar Kunker Ke Kemenag dan MTsN 1 Banjar “Banyak PR Bersama Pemkot dan Pusat”

Sebarkan artikel ini

Kota Banjar, NUANSA  POST

Komisi III DPRD Kota Banjar yang membidangi pembangunan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Kementerian agama (Kemenag) Kota Banjar dan MTsN 1 Kota Banjar, Senin (24/8/2026).

Dalam kunker tersebut Jajaran Komisi III DPRD Kota Banjar lengkap hadir Cecep Dani Sufyan, S.Pd.I., S.Sos. selaku Ketua didampingi Wakil Ketua, Deni Herdiandi, S.I..P., Sekretaris Esson Ambarita, bersama para Anggotanya Tri Pamuji Rudianto, S.I.P., Nasanto, H. Gun Gun Gunawan, S.Ud., dan Hendri Purnomo, S.H.

Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kota Banjar, H. Kiki Basuki Rachmat, S.Ag., M.IP. menyambut penuh hangat kedatangan jajaran Komisi III DPRD Kota Banjar.

Selama di Kantor Kemenag Kota Banjar, Komisi III DPRD Kota Banjar membuka ruang pembicaraan aspirasi seputar situasi dan kondisi terkait Guru-guru pengajar Madrasah, Penerimaan Siswa Baru (PSB), jumlah para siswa, kondisi Bangunan Sekolah Madrasah serta menyoroti pemerataan guru agama dan anak didik baik muslim maupun non muslim.

Komisi III DPRD Kota Banjar juga mempertanyakan seberapa jauh program pembangunan revitalisasi Sekolah Madrasah di Kota Banjar.

Kasi Pendis Kemenag Kota Banjar, H. Kiki mengungkapkan bahwa untuk pengajuan tahun 2025 hingga saat ini belum ada pelaksanaan.”Untuk revitalisasi Madrasah tahun 2025 kemarin sudah berjalan, kami hanya terima kunci dari bantuan melalui PUPR Provinsi Jawa Barat. Nah untuk tahun ini belum dimulai,” Ujar H. Kiki Basuki.

Kiki Basuki menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang sebesar-besarnya pasalnya baru kali pertama dirinya menerima kunjungan kerja dari Komisi III DPRD Kota Banjar.

“Saya bangga dan semoga kunjungan kerja DPRD Kota Banjar akan terus berlanjut dan mampu membawa dampak manfaat lebih luas khususnya kepada Madrasah-madrasah yang ada di wilayah Kota Banjar,” harapnya.

Kunker Komisi III DPRD Kota Banjar berlanjut bersama Jajaran Kasi Pendis Kemenag Kota Banjar bertolak ke Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Banjar berlokasi di lingkungan Parung Lesang Kelurahan Banjar.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Banjar, Agus Dayusman, S.Pd., M.Pd. yang dilantik awal tahun 2026 dan kerap aktif memimpin berbagai kegiatan akademik serta prestasi siswa di madrasah.

Ia menyambut sangat antusias atas kehadiran Komisi III DPRD Kota Banjar di MTsN 1 Kota Banjar. Menurutnya ia enggan untuk datang melakukan audiensi ke DPRD Kota Banjar untuk menyuarakan aspirasi terutama nasib para Guru Madrasah yang hanya berpenghasilan Rp300.000-an per bulannya. Akan tetapi dirinya melalui wadah Persatuan Guru Madrasah telah menyuarakannya ke DPR RI.

“Ini kesempatan yang sangat baik dan kami merasa berbahagia atas Kunker Komisi III DPRD Kota Banjar ke MTsN 1, daripada kami yang harus datang beraudiensi ke Gedung Dewan,” kata Agus (tersenyum).

Selain kesenjangan penghasilan guru sekolah Negeri Umum dengan Madrasah, Komisi III DPRD Kota Banjar menerima aspirasi lainnya terutama saluran drainase warga sekitar yang berada masuk di area samping belakang MTsN.

“Kami telah berkoordinasi dengan RT RW lingkungan disini untuk menggeser pagar ke dalam, agar saluran air berada di luar sekolah. Selain bau tidak sedap mengganggu konsentrasi proses belajar. Berbagai kotoran terlihat mengalir disaluran air itu, apalagi jika musim hujan airnya meluap dan ada gorong-gorong yang tersumbat di perempatan MTsN 1 Kota Banjar. Manfaat lainnya saluran air tersebut dapat ditutup sehingga jalan untuk warga menjadi lebih lebar,” ungkapnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar Cecep Dani mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Lurah Banjar dan Dinas PUTR Kota Banjar untuk mencari solusi terbaik.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar, Gun Gun Gunawan mengungkapkan bahwa terkait dampak saluran air kotoran tersebut harus pula tidak berdampak pada gangguan kesehatan baik bagi pihak sekolah maupun masyarakat sekitar.

Jajaran Komisi III DPRD Kota Banjar meninjau langsung saluran air tersebut dan lokasi perempatan lampu merah MtsN 1 Banjar yang kerap datang musim penghujan terjadi genangan air.

Dalam giat kunker Komisi III DPRD Kota Banjar dihadiri pula oleh komite sekolah, Dadang dan Edis Gunawan, S.H.

Diungkapkan Dadang bahwa MTsN 1 Banjar memiliki inovasi pembelajaran unggulan yaitu Digital dan Excellent baik matematika juga olah raga voli yang mana gurunya didatangkan secara khusus dari luar termasuk Kitab Kuning.

Ia menyayangkan, banyak siswa yang telah mahir namun malah di pakai oleh Kota Kabupaten lain. Alhasil di ajang MTQ Kota Banjar kerap berada di peringkat tiga terakhir.

“Sebetulnya bukan tidak ada murid yang unggul untuk meraih juara MTQ akan tetapi itulah masalahnya, siswa kami yang telah dicetak unggul malah di pakai oleh Kota lain,” tutur Dadang.

Agus selaku Kepala Sekolah MTsN 1 Kota Banjar menambahkan bahwa anak didiknya baru saja meraih juara 3 futsal tingkat Jabar.

Bukan hanya itu, MTsN 1 Kota Banjar telah banyak meraih kejuaraan lainnya, dirinya memohon perhatian khusus termasuk program cetak atlet unggulan olah raga Volley ball yang sedang ia kembangkan.

MTsN 1 dan Komisi III DPRD Kota Banjar senada bahwa pihak Pemkot Banjar dalam hal ini Wali Kota Banjar selalu pemangku kebijakan, harus memberikan perhatian khusus pasal semuanya ini akan berbuah manis yakni mengharumkan nama baik Kota Banjar sendiri. “Ke depannya jangan sampai siswa unggulan asal Banjar di pakai lagi oleh daerah lain jadi harus membawa nama Kota Banjar,” harap Agus.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar, Tri Pamuji Rudianto mengungkapkan rasa bangganya kepada MTsN 1 Banjar yang mampu berinovasi dengan program ekstra unggulan yang telah banyak meraih prestasi.

“Saya salut dan bangga karena MTsN ini bukan di bawah naungan Dinas Pendidikan (Kemendik) melainkan dibawah Kemenag tapi mampu membuat inovasi unggulan sehebat ini. Pemkot Banjar sudah semestinya hadir untuk bersama-sama mengharumkan nama Kota Banjar,” cetus Tri.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar, Cecep Dani Sufyan memberikan pernyataan bahwa pada intinya kunker ke Kemenag dan MTsN 1 Kota Banjar untuk mengecek langsung penataan dan menjadi bahan evaluasi. Sejauh mana semua siswa baik di Sekolah Madrasah, swasta mendapatkan hak yang sama seperti halnya di sekolah umum Negeri.

Cecep mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk berkolaborasi terkait hal tersebut. Dari diskusi mengembang ke pembicaraan sarana prasarana, fakta dilapangan usai diskusi dengan Kasi Pendis Kemenag Kota Banjar bahwa Madrasah-madrasah swasta kondisinya sama dengan Sekolah swasta lainnya.

Cecep berharap agar Pemerintahan Kota Banjar untuk segera memberikan perhatian yang sama. Mengingat hal itu dalam rangka  membangun dunia pendidikan SDM warga Banjar yang maju.

Komisi III DPRD Kota Banjar akan mengevaluasi dan mendorong Pendis Kemenag ke Pemerintahan pusat dan mendorong Pemkot Banjar dalam penanganan lingkungan.

Menyoal drainase itu adalah krusial karena menggangu proses belajar mengajar dan kesehatan warga sekitar. “Ini adalah PR bersama yang harus segera ditangani sebaik-baiknya,” imbuhnya.

“Terkait Pendidikan agama di Kota Banjar ada warga minoritas (non muslim). Mereka memerlukan guru agamanya, nah di beberapa sekolah ternyata muridnya cukup banyak. Tentu kita akan mengkomunikasikan agar mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan agamanya,” pungkas Cecep. (Riezcky/EAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *