Kota Bandung, NUANSA POST
Pemandangan luar biasa di Kota Bandung yang merupakan tempat lahirnya kemandirian Bangsa Indonesia. Bandung menyandang sebagai Ibu Kota Asia-Afrik, kini Kota Bandung UTAMA bersinergi penuh dengan Pemerintahan Provinsi JABAR ISTIMEWA.
Kang Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat disayangkan berhalangan tidak dapat hadir, Sekda Pemprov Jabar, Herman Suryatman dimandat oleh Gubernur Jabar KDM guna mewakilinya pada peringatan KAA-70 yang di pimpin oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bertempat di Hotel Savoy Homan, Rabu (23/4).
“Untuk hubungan baik, kita jaga negara-negara Asia-Afrika. Hari ini spesial kita menerima kunjungan dari para duta besarnya kurang lebih ada 14 yang akan melakukan historical walk ke-70 tahun, mengenang perjalanan para pendahulu kita dari Hotel Savoy ke Gedung Merdeka dipimpin oleh Wali Kota Bandung,” papar Sekda Jabar Herman.
Herman berharap melalui kegiatan tersebut semakin erat terjalin silaturahmi hubungan bathin menjadikan spirit tetap menyala. Lanjut ia memberikan motifasi semangat bagi warga Kota Bandung menjadi Kota terbaik di Indonesia, Kota terbersih, Kota yang paling menarik, Destinasi wisatanya, siapapun dapat enjoy di Bandung. Lebih jauhnya spirit Bandung bisa mensupport penyelenggaraan Pemerintahan pembangunan baik bagi Jawa barat serta dari Bandung untuk Indonesia.
“Alhamdulillah bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung harus bisa menetapkan diri sebagai Ibu Kota Bangsa – bangsa Asia – Afrika. Kunjungan dari para Duta besar Negara-negara Afrika yang ada di Jakarta, acara ini khusus untuk mengenang kembali semangat kemandirian Bangsa kita lahir dari Kota Bandung. Insya Allah ini akan jadi titik tolak kita untuk tetap menjaga Kota Bandung dengan penuh semangat berkemandirian,” tutur Farhan.
Ia kemudian menerangkan, terkait sektor Pariwisata di Kota Bandung sudah terjalin tinggal memperkuatnya saja agar tercipta makin luar biasa. Pasalnya para Kedubes dari negara Afrika telah secara rutin, banyak mengirimkan delegasi terutama untuk melakukan study di Kota Bandung.

Orang nomor 1 di Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, bahwa beberapa negara Islam seperti Sudan, Mesir, Maroko serta Tunisia adalah Negara – negara secara rutin dengan para Ulama dan para ilmuwannya itu berkomunikasi bekerjasama dengan perguruan – perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Farhan menuturkan, pada rangkaian peringatan konferensi Asia – Afrika ke-70 dimulai dari tanggal 18 April peluncuran Logo dan tagline “Bandung Ibu Kota Asia-Afrika” kemudian dilanjutkan dengan berbagai event sampai 25 September 2025. Kesemuanya judulnya dalam rangka mengangkat nama Bandung sebagai Ibu Kota Asia – Afrika.
Selain itu akan ada Festival Asia – Afrika tidak hanya di Jalan Asia-Afrika tapi meliputi 5 wilayah seKota Bandung. Farhan mengakui sedang menjajaki untuk membuat festival musik internasional.
“Yang pasti nanti akan ada LULUMPATAN RAME, 15 ribu pelari yang Insya Allah tidak akan bikin macet karena kita akan bikin jadwalnya mulai dari jam 12 malem sampai jam 6 pagi yah, nama eventnya midnight festival bersama Pocari,” papar Farhan.
Lalu Farhan menegaskan, titik puncak dari rangkaian Konferensi Asia – Afrika pada tanggal 17 Agustus 2025 akan ada konser musik lagu – lagu Nasional dan lagu Daerah bertempat di Bale Kota Bandung serta pada tanggal 25 September 2025 terkoneksi kepada Hari Jadi Kota Bandung Ibu Kotanya Jawa Barat.
Sekda Jabar Herman Suryatman menambahkan, Pemprov Jawa Barat memberikan dukungan penuh ke Kota Bandung yang disanggah langsung oleh Farhan bahwa Kota Bandung untuk Jabar Istimewa. (Farhan – Herman tersenyum sumringah)
“Spirit Bandung untuk Jawa Barat, Spirit Bandung untuk Indonesia, Pemprov Jabar support mulai infrastruktur, program sampah hingga penegakan hukum,” silih wangian Herman dan Farhan. (RIEZCKY)






