Uncategorized

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita Terindikasi Sunting Desa Senderak

4
×

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita Terindikasi Sunting Desa Senderak

Sebarkan artikel ini

Bengkalis-NUANSA POST

Stunting menjadi salah satu isu penting yang dihadapi Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia perlu benar-benar memikirkan langkah yang tepat dalam pencegahan dan penanganan Stunting. Dalam upaya pencegahan dan penanganan Stunting, Pemerintah memberikan bantuan kepada anak yang terindikasi stunting. Pemerintah memberikan perhatian khusus dalam penanganan Stunting karena sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak kedepannya. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan untuk bayi dan balita guna melengkapi kebutuhan gizi anak agar mencapai berat badan sesuai usianya.

Rabu (02/07/2025) bertempat di Kantor Desa senderak, telah dilakukan agenda Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting kepada  balita. Turut hadir dalam acara ini yaitu Pemerintah Desa,TP-PKK Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa senderak. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam pencegahan stunting.

PJ Kepala Desa senderak tari Safitri memberikan perhatian khusus dalam penanganan Stunting karena sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak kedepannya.“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan untuk bayi dan balita guna melengkapi kebutuhan gizi anak agar mencapai berat badan sesuai usianya’’ ungkap PJ tari Safitri, rabu (02/07/2025).

Ia berharap dengan adanya Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita yang terindikasi Stunting dapat mengurangi kejadian Balita Stunting di Desa senderak dan semua balita yang ada di desa kami sehat.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada Balita dan upaya pencegahan STUNTING. Kegiatan PMT lokal tersebut tidak hanya memberikan makanan tambahan saja tetapi disertai dengan edukasi, penyuluhan, konseling gizi dan kesehatan agar dapat mempercepat proses perubahan perilaku ibu dan keluarga dalam pemberian makan yang tepat sesuai dengan umur, penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan keamanan pangan.( RIAN SUMARLIN )****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *