Majalengka–NUANSA POST.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Majalengka yang digelar di Lapangan GGM Majalengka, Sabtu pagi (2/5). Momentum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan capaian sekaligus tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka.
Upacara yang di hadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, Forkopimda, Sekda, Dewan Pendidikan, Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Ketua PGRI, Kemenag Majalengka, OPD, Camat dan undangan.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi motor utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data terbaru tahun 2026, IPM Majalengka mencapai angka 71,37, meningkat sekitar satu poin dibandingkan tahun 2024.
“Capaian ini menempatkan Kabupaten Majalengka sebagai daerah dengan IPM tertinggi di wilayah Ciayumajakuning. Ini bukti bahwa investasi di bidang pendidikan mulai menunjukkan hasil yang nyata,” ujar H. Eman Suherman di hadapan peserta upacara.
Di balik capaian tersebut, Bupati juga menyampaikan catatan penting terkait masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Tercatat sebanyak 10.374 anak belum mengenyam pendidikan formal pada tahun ajaran 2025/2026.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Saya instruksikan seluruh jajaran untuk memastikan ke depan tidak ada lagi anak-anak Majalengka yang tidak bersekolah. Pendidikan adalah hak dasar setiap warga,” tegasnya.
Adapun capaian indikator pendidikan Kabupaten Majalengka tahun 2026 adalah : Rata-rata Lama Sekolah (RLS): 7,81 (naik dari 7,53 pada 2024), Angka Partisipasi Murni (APM) PAUD: 90,90%, APM SD/MI: 90,79% APM SMP/MTs: 85,92% dan Angka Partisipasi Kasar (APK): 44,19%.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Bupati, khususnya dalam menekan angka ATS.
“Kami siap menjalankan instruksi Bapak Bupati. Fokus kami tahun 2026 adalah memperkuat sinergi lintas sektor melalui program jemput bola agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali mengakses pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Peningkatan RLS menjadi 7,81 merupakan sinyal positif. Namun, kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan agar lulusan kita mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka, Iman Pramudiya turut memberikan pandangan terkait kondisi pendidikan saat ini. Ia menilai capaian IPM yang tertinggi di Ciayumajakuning patut diapresiasi, namun persoalan ATS harus ditangani secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi capaian IPM Majalengka yang terus meningkat. Namun angka ATS yang masih di atas 10 ribu menunjukkan perlunya langkah yang lebih masif dan kolaboratif,” ungkap Iman.
Menurutnya, penanganan ATS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat, dunia usaha, hingga tokoh lokal.
“Pendekatan jemput bola harus diperkuat dengan pendampingan sosial, termasuk memastikan faktor ekonomi, lingkungan, dan motivasi belajar anak turut diperhatikan. Kami mendorong adanya gerakan bersama agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari akses pendidikan,” tegasnya.
Dewan Pendidikan juga mendorong optimalisasi program pendidikan nonformal dan kesetaraan sebagai solusi alternatif bagi anak-anak yang tidak dapat kembali ke jalur pendidikan formal.
Dengan berbagai capaian dan tantangan tersebut, peringatan Hardiknas 2026 di Majalengka menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (Siti Aminah).






