DENPASAR —Pada hari Jumat 22 Mei 2026 . pupuhu Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jabar Irjen Pol ( Purn ) Dr Drs H Anton Charliyan .MPKN , yang lebih akrab disapa Abah H Anton Charly , bersilaturahmi dengan perwakilan Komunitas Masyarakat Sunda yang ada di Bali, bersama tim Rancage Pusat Ida Pandita Agung Nata Siliwangi SH dan DR Humardani SH MH, Pertemuan ini dimotori Bamus Sunda Bali di Asa Cafe Denpasar sambil menikmati kopi Bali.
Dalam silaturahmi tsb tercetus berbagai wacana Al dari Kang Agus sebagai Ketua Bamus Bali sbb : Bamus Sunda Bali yang sudah berjalan sekitar 15 tahun lebih , perlu adanya induk semang, atau bapak angkat yang pasti dan kontinue sebagai kiblat , pembimbing atau batur pakumaha yang langsung dari Puseur tatar Sunda Bandung. serta adanya komunikasi dua arah antara Bandung dengan saudara-saudaranya yang ada di perantauan di seluruh Indonesia bahkan yang di mancanagara .
Dari Kang Asep menyampaikan masalah yang sangat klasik : mohon bantuan alat kesenian Sunda bila perlu baju pangsi pun boleh dikirim , selorohnya.
Kemudian dari Ida Pandita dan Kang Humar Dani juga menambahkan : “Pada intinya masyarakat Ki Sunda itu harus bersatu baik jiwa apalagi raga , bahkan dalam segala hal , karena kelemahan terbesar masyarakat Sunda itu sulit bersatu dan suka aing aingan ( egoistis membawa kemauannya sendiri sendiri ).
Maka dengan lahirnya Majelis Adat Sunda yang SK nya langsung dari Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) , bisa menjadi salah satu wadah yang tepat untuk bisa menyatukan warga Sunda yang ada dimanapun juga .
Terakhir Abah Anton menyampaikan bahwa tugas utama MASDA Jabar ini sebetulnya adalah lebih di focuskan ke masalah adat tradisi, adapun adat tradisi yang masih hidup adanya di kampung kampung adat, maka salah satu tugas utamanya adalah untuk dapatnya merevitalisasi Kampung-kampung Adat sehingga bisa menjadi prototipe contoh nyata yg hidup dimasyarakat, bagaimana masyarakat adat bisa tetap survive diera modern ini, masih bisa tetap bersaing .
Bahkan di bidang ketahanan pangan mereka lebih unggul dari masyarakat modern yang sekarang ini ada. Namun dengan banyak munculnya wacana sebagai mana harapan hampir semua warga sunda yang selalu menyuarakan , bahwa Ki Sunda Harus bersatu , harus lebih guyub sauyunan , harus lebih exsis dll , tapi kenyataanya masih tetap saja pa aing aing karena merasa kelompok nya yang paling besar , yang paling maju, yang paling benar dst , maka dengan lahirnya Majelis Adat Sunda ,maka kitapun tidak menutup diri untuk bisa ikut menembatani mari kita simpan ego diri kita dan komunitas kita masing masing.
“Semoga dengan adanya MASDA ini menjadi salah satu solusi untuk bisa mengikat dan menyatukan semua warga Sunda yang ada dimanapun juga , baik di Nusantara maupun di manca negara , Ngajadikeun Sunda Ngahiji , Sunda Ngajajar , Sabobot Sapihaneun , Sarengkak Saigelan. Demikian Abah Anton menutup pembicaraanya.(REDI MULYADI)***

