Kabupaten Meranti

Pemda Terkendala Anggaran, Warga Pesisir Meranti Minta Pemerintah Pusat Bangun Tanggul Penahan Abrasi

5

MERANTI– Abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti semakin mengkhawatirkan. Sejumlah kawasan pantai mengalami penyusutan daratan dari tahun ke tahun, mengancam permukiman warga dan infrastruktur yang berada di sepanjang garis pantai.

Rumah-rumah warga, yang sebagian besar dihuni oleh nelayan, kini berada dalam kondisi rawan terdampak abrasi. Hantaman gelombang laut yang terjadi setiap hari membuat sebagian bangunan berada di ambang kerusakan, bahkan berpotensi runtuh jika tidak segera dilakukan upaya penanganan yang serius.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Selain mengancam tempat tinggal masyarakat, abrasi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan kelautan.

Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, berbagai kalangan menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong langkah nyata dalam penyelamatan kawasan pesisir. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah gerakan penanaman mangrove secara masif sebagai benteng alami untuk menahan gelombang dan mengurangi laju abrasi.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus mengupayakan berbagai program penanganan abrasi, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut dinilai penting agar daerah memperoleh dukungan anggaran dan program pembangunan yang lebih besar.

Selain rehabilitasi mangrove, pembangunan tanggul penahan gelombang di sejumlah titik kritis juga menjadi kebutuhan mendesak. Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat penanganan abrasi secara menyeluruh belum dapat dilakukan secara optimal.

Karena itu, masyarakat pesisir berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap ancaman abrasi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, terutama pada pulau-pulau terluar yang memiliki posisi strategis dan rentan terhadap dampak perubahan iklim serta kenaikan muka air laut.

Warga menilai penanganan abrasi tidak boleh menunggu hingga terjadi bencana yang lebih besar. Dukungan anggaran khusus dari pemerintah pusat dinilai sangat diperlukan untuk membangun tanggul penahan gelombang dan menjalankan program penyelamatan kawasan pesisir secara berkelanjutan demi melindungi masyarakat serta menjaga keberlangsungan pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti. (Michael)

Exit mobile version