TASIKMALAYA – Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, memberikan klarifikasi resmi terkait potongan video yang viral di media sosial mengenai tudingan adanya tindakan represif TNI dan situasi “Darurat Agraria” di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam keterangan resminya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menegaskan bahwa narasi yang beredar luas di media sosial tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
”Kami sampaikan bahwa potongan video tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Saat itu tidak ada penggusuran ataupun pengrusakan terhadap tanaman yang dimiliki oleh masyarakat,” tegas Dandim 0612/Tasikmalaya.
Fakta Kegiatan di Lapangan
Dandim menjelaskan bahwa kehadiran prajurit TNI di lokasi tersebut adalah dalam rangka melaksanakan kegiatan korve atau pembersihan lahan. Lahan tersebut nantinya akan digunakan sebagai lokasi penempatan untuk Batalyon TP di wilayah Tasikmalaya.
Lebih lanjut, pihak Kodim membeberkan beberapa poin penting untuk meluruskan misinformasi yang beredar:
Status Lahan yang Jelas: Lahan yang dibersihkan merupakan kawasan yang sudah ditetapkan oleh tim GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) Kabupaten Tasikmalaya, sehingga statusnya sudah clear and clean untuk ditempati oleh Batalyon TP.
Jumlah Personel: Prajurit yang dikerahkan untuk melakukan pembersihan hanya berjumlah 18 orang, membantah narasi di media sosial yang menyebutkan adanya “ratusan TNI” yang datang untuk menggusur petani.
Tidak Ada Kerugian Warga: Kegiatan yang dilakukan murni membersihkan semak belukar untuk persiapan mendirikan tenda-tenda penempatan prajurit, sehingga tidak ada tanaman produktif milik warga yang dirusak atau digusur.
Situasi Kondusif dan Dialog dengan Warga
Saat ini, situasi di Desa Karangjaya dipastikan sudah aman dan kondusif. Pihak TNI bersama dengan jajaran Pemerintah Daerah setempat telah menjalin komunikasi yang intensif serta berkoordinasi secara baik dengan warga masyarakat Desa Karangjaya.
Melalui klarifikasi ini, Kodim 0612/Tasikmalaya berharap tidak ada lagi kegaduhan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat akibat potongan video dan narasi sepihak yang beredar di media sosial.(M.GANA IVANT)
