AdvertorialBanjarBeritaCiamis

BPBD dan Perumdam Tirta Galuh Ciamis Bantu Warga yang Terdampak Kekeringan di Wilayah Kecamatan Banjarsari

1

Ciamis, NUANSA POST

Upaya membantu warga yang berdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, BPBD Kabupaten Ciamis kolaborasi dengan Perumdam Tirta Galuh Ciamis menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 15 ribu liter.

Distribusi air bersih tersebut di berikan ke Dua Desa yang berada di wilayah kecamatan Banjarsari yaitu Desa Kawasen dan Desa Cibadak, ini merupakan bentuk responsif  Pemda Ciamis terhadap menurunnya debit air di sejumlah sumber mata air di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani, mengatakan bahwa kebutuhan air bersih saat ini menjadi prioritas utama di tengah puncak musim kemarau. Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian warga yang kesulitan mengakses air.

“15.000 liter air untuk Desa Kawasen dan Desa Cibadak ini pihak BPBD siap siaga membantu mendistribusikan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan, karena sumber air di daerah mereka sudah kering, terangnya” Minggu (12/07/2026).

Lanjutnya, dari data yang dihimpun BPBD menunjukkan, saat ini wilayah yang mendapatkan bantuan baru mencakup dua Desa. Pendistribusian air tersebut menyasar sebanyak 785 jiwa yang mencakup dalam 304 Kepala Keluarga (KK). Meski demikian, akan terus memantau perkembangan wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

Dalam upaya memperluas jangkauan bantuan, BPBD Ciamis menggandeng Perumdam Tirta Galuh Ciamis untuk menyediakan sejumlah tempat penampungan air di lokasi-lokasi strategis untuk memudahkan warga mengambil air bersih.Khusus di Desa Kawasen, telah tersedia empat titik penampungan air dari PDAM. “Dari PDAM yang ada di Desa Kawasen ada empat penampungan air.

Pemkab Ciamis telah mengambil langkah antisipatif dengan menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran lahan serta hutan. Penetapan status ini berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Melalui status tersebut, seluruh instansi pemerintah diinstruksikan untuk siaga dalam melakukan mitigasi dan penanganan darurat.

Kami mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera melapor kepada pemerintah Desa setempat. Laporan tersebut akan mempercepat proses distribusi bantuan air ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Kami berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk bergerak cepat memberikan pelayanan mendistribusikan air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan akibat kemarau,” pungkasnya. (ELI. N)

Exit mobile version