Uncategorized

Disperindag Kab Ciamis Hadirkankan Gerakan Pangan Murah Di Baregbeg , Camat Dorong Masyarakat Hingga dapat Berbelanja dan Terjangkau

23

CIAMIS, — Pemerintah Daerah Disperindag Kabupaten Ciamis menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah juga menggelar sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta mengampanyekan Gerakan Stop Boros Pangan.

Camat Baregbeg, Eka Yudha Katresna, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan GPM memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Baregbeg, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui DKPP, Bank Indonesia, Bulog, serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini di wilayah kami,” ujar Camat Baregbeg dalam sambutannya.

GPM Bukan Sekadar Pasar Murah

Menurut Camat Baregbeg, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan pasar murah. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Ciamis.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, daging hingga sayuran dengan harga yang diharapkan lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Camat berharap kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama masyarakat yang membutuhkan akses pangan dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus sebagai upaya bersama untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Ciamis tahun 2026,” katanya.

Dorong Konsumsi Pangan Beragam dan Bergizi

Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan GPM juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola konsumsi pangan.

Camat Baregbeg mengajak kader PKK memanfaatkan sosialisasi B2SA sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan mengenai penyediaan makanan sehat bagi keluarga.

Menurutnya, penerapan pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pencegahan stunting serta persiapan mencetak generasi penerus yang berkualitas.

Ia secara khusus mengajak ibu-ibu kader PKK untuk terus belajar mengolah bahan pangan menjadi makanan sehat dan bergizi yang dapat dikonsumsi keluarga.

Anak Sekolah Diajak Stop Boros Pangan

Gerakan Stop Boros Pangan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Camat Baregbeg mengingatkan anak-anak sekolah yang hadir agar mulai membangun kebiasaan menghargai makanan.

Ia mengajak peserta didik mengambil makanan sesuai kebutuhan dan menghabiskannya agar tidak ada pangan yang terbuang percuma.

“Menghargai makanan adalah bagian dari kepedulian kita. Ambil makanan secukupnya dan habiskan. Jangan ada lagi pangan yang terbuang sia-sia,” pesannya.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi pemborosan makanan.

Masyarakat Diminta Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Camat Baregbeg juga mengimbau masyarakat yang mengikuti GPM agar berbelanja secara tertib dan bijak.

Ia meminta warga membeli bahan pangan sesuai kebutuhan keluarga. Dengan begitu, seluruh masyarakat yang hadir dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pemerintah Kecamatan Baregbeg berharap kegiatan GPM memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai konsumsi pangan sehat dan pengurangan pemborosan pangan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP), serta pihak terkait seperti Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia dan Perum Bulog.

Melalui kolaborasi tersebut, Gerakan Pangan Murah diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.(ADI SUMARNA)***

Exit mobile version