Musirawas, NUANSA POST
Proyek pemasangan pintu air irigasi tersier di Daerah Irigasi Kelingi, Kini jadi sorotan publik, Diketahui pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) VIII tahun 2025 lalu, mengalokasikan anggaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Untuk melaksanakan proyek pemasangan pintu air di sepanjang aliran Irigasi D.I (Daerah Irigasi) Tugumulyo yang wilayahnya meliputi Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)
Informasi wartawan dilapangan, pemasangan pintu air baru tersebut tersebar sebanyak kurang lebih 200 titik dengan tinggi kurang lebih 80 CM dan lebar 50 CM,
“Seingat kami, tahun 2025 tidak ada kegiatan pemasangan, pintu air, kalau yang sekarang itu sudah lama terpasang, Entah kalo didaerah lain, Setahu saya ada proyek balai, tapi pengeringan,”jelasnya salah seorang warga, Saat awak media mengambil dokumentasi pintu air
” Kalau seandainya rumor itu benar, “tidak ada pemasangan pintu air baru” melainkan pintu air yang lama, dan “hanya di cat ulang”, ini adalah PR ( Pekerjaan Rumah) dan celah pintu masuk, pihak-pihak terkait menyikapinya.dengan menelusuri secara mendalam”
Hasil pantauan dilapangan (15/9/2026) terlihat dibeberapa titik pemasangan pintu air tersebut terkesan tanpa koordinasi dan perencanaan yang matang atau dengan kata lain disinyalir asal pasang karena ditemukan pintu air yang tidak berfungsi optimal selayaknya pintu air irigasi yang dapat dibuka tutup sesuai keperluan air bagi petani padi sawah
Sementara itu Mustafa saat dihubungi via Whats App dengan nomor ponsel 0823-7222-xxxx guna konfirmasi untuk chek and balance dalam pemberitaan terkait kebenaran informasi serta pantauan dilapangan sampai berita ini tayang memilih “bungkam” seribu bahasa padahal pesan dari wartawan media ini contreng dua (pesan telah masuk dan dibaca)
Benarkah? “Penanggung jawab dalam kegiatan tersebut, adalah Mustafa pegawai Unit Pengelola Irigasi (UPI) D.I Kelingi Tugumulyo”
Tindakan Mustafa tersebut menimbulkan pertanyaan besar, ada apa dengan proyek pemasangan pintu air tersebut kalau memang sudah dijalankan dengan benar mengapa terkesan ada yang ditutup-tutupi?
Terpisah Maryadi (50) salah seorang petani yang melintas dan diwawancarai mengaku kecewa dengan pemasangan pintu air tersebut”Kecewalah kami sebagai petani bapak lihat sendiri malahan dipasang ditempat yang menurut saya tidak sesuai,bahkan kalo tidak salah ada yang dipasang disaluran untuk masukkan air ke kolam ikan” kata Maryadi dengan nada kecewa (TIM)






