Kota Tasikmalaya LINTAS PENA—-Kini dua belas tahun perjalanan Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya ,bukan sekadar catatan usia sebuah perguruan tinggi. Di balik perjalanan tersebut, tersimpan sejarah perjuangan para pendiri, dedikasi civitas akademika, serta harapan besar untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Momentum milangkala atau Dies Natalis ke-12 UNPER Tasikmalaya menjadi kesempatan untuk kembali menengok perjalanan masa lalu, menghargai setiap kontribusi, mengevaluasi capaian, sekaligus memperbarui tekad dalam membangun universitas yang semakin maju, unggul, dan berdampak.
Pesan reflektif tersebut disampaikan Rektor Universitas Perjuangan, Dr. H. D. Yadi Heryadi, Ir., M.Sc., dalam acara puncak Milangkala UNPER ke-12 yang berlangsung di Kampus Universitas Perjuangan, Jalan Pembela Tanah Air,Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026) malam.
Dalam suasana kebersamaan yang melibatkan sivitas akademika, momentum peringatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan institusi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kemajuan universitas dibangun melalui proses panjang, kerja bersama, dan komitmen yang terus diperbarui.
Rektor mengingatkan pentingnya memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal Sunda, khususnya ungkapan kudu inget ka purwadaksina, yang mengandung pesan agar setiap orang senantiasa mengingat asal-usul, sejarah, serta perjalanan yang telah dilalui.
Bagi UNPER, pesan tersebut memiliki makna mendalam. Sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu, melainkan fondasi untuk memahami identitas, menghargai perjuangan para pendahulu, dan menentukan arah langkah ke depan yang lebih maju.
Dalam kehidupan masyarakat Sunda, ungkapan kudu inget ka purwadaksina mengajarkan pentingnya tidak melupakan asal-usul. Seseorang perlu memahami dari mana ia berangkat, siapa yang telah membuka jalan, serta nilai-nilai apa yang menjadi landasan perjalanan hidupnya.
Filosofi tersebut relevan dengan perjalanan Universitas Perjuangan yang memasuki usia ke-12. Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan kelembagaan, peningkatan jumlah mahasiswa, atau pencapaian akademik. Lebih dari itu, universitas perlu menjaga ingatan kolektif mengenai tujuan awal pendiriannya dan tanggung jawab sosial yang menyertainya.
Pendidikan Bela Negara, Fondasi Karakter Mahasiswa Unper Tasikmalaya
Menghargai sejarah berarti memberikan tempat yang layak bagi perjuangan para pendiri, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perkembangan kampus. Setiap capaian yang diraih hari ini merupakan hasil dari rangkaian proses yang tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari kerja keras, pengorbanan, gagasan, dan kebersamaan.
Karena itu, Milangkala UNPER ke-12 menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari apa yang telah dicapai, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan. Menengok sejarah sekaligus membuka kesempatan untuk melakukan evaluasi guna meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat penelitian, mengembangkan inovasi, dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Sementara itu Apt.Srie Rezeki Nur Endah M.Si Warek 2 didampingi Dr.Dona Setia Umbara MP Warek 1 UNPER Tasikmalaya menyampaikan kepada LINTAS PENA DAN NUANSA POST bahwa rangkaian acara milangkala ke 12 Tahun UNPER Tasikmalaya telah dilaksanakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh mahasiswa seperti bola volly,futsal dan cabang olah raga lainnya.adapun kegiatan untuk dosen dan tenaga kependidikan yaitu seminar dengan tena isu lingkungan untuk dosen serta tema pelatanan (cara melayani mahasiswa dan tamu kampus).untuk staf atau tenaga kependidikan yaitu lomba Gobak sodor permainan tradisional yang melibatkan seluruh staf dan dosen untuk mempererat kebersamaan dan ejalan denfan visi misi kearifan lokal.
Science Compettition (LKTI) Kompetisi karya tulis ilmiah untuk siswa siswi SMA/SMK sederajat se priangan timur.terdapat lebih dari 30 proposal yang masuk hingga disaring menjadi 5 finalis terbaik yang melakukan final disiang hari.
Kemudian acara orasi ilmiah agenda tahunan ini menyampaikan hasil penelitian dari 11 doktor baru UNPER Tasikmalaya pada tahun 2026 yang telah menemluh studi S3 yang ditujukan bagi seluruh sivitas akademika.kemudian pengajian,baksos ,Aleut-aleutan atau gelar budaya dan puncak acara dengan menampilkan hiburan musik dari dosen,tendik kemudian ceremonial potong tumpeng,pemberian penghargaan bagi dosen,tendik serta tenaga lapangan dan pemberian tropy kejuaran serta ditutup dengan artis nasional kang yayan jatnika dengan tembang-tembang sunda yang khas.
Malam puncak acara dihadiri seluruh jajaran pengurus,pembina,pengawas serta anggota Yayasan Universitas Siliwangi,Staf ahli walikota,Perwakilan BUMD,BUMN,TNI-POLRI warga sekitar serta tamu undangan lainnya.jelas Warek 2 UNPER Tasikmalaya.(ADE BACHTIAR ALIF)**
