Uncategorized

Budayawan Jabar Sampaikan Aksi Keprihatinan kepada Ketum MASDA Jabar Abah H Anton Charliyan , Kecewa Terhadap Pemkot Bogor yang tidak Peduli  Dengan Tergerusnya Cagar Budaya Sumur Tujuh Batu Tulis oleh Proyek Pembangunan Jalan  

5
×

Budayawan Jabar Sampaikan Aksi Keprihatinan kepada Ketum MASDA Jabar Abah H Anton Charliyan , Kecewa Terhadap Pemkot Bogor yang tidak Peduli  Dengan Tergerusnya Cagar Budaya Sumur Tujuh Batu Tulis oleh Proyek Pembangunan Jalan  

Sebarkan artikel ini

BOGOR —-Pada hari Jumat 08 Mei 2026 , Gabungan Para Budayawan masyarakat Jawa Barat dari berbagai kabupaten dan kota yang tergabung dalam Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran dibawah pimpinan Kang Tb Lutfi Suyudi bersama kurang lebih 100 orang  penggiat budaya lainya dengan korlap Y Firman Hidayat , menggelar aksi keprihatinan dan ungkapkan rasa kecewa terhadap Pemkot Bogor serta instansi terkait . Sehubungan dengan sikap Pemkot dan jajaran yang terkesan tidak peduli sama sekali terhadap cagar budaya sebagai warisan sejarah dan leluhur yang sudah teregitrsai resmi dalam dokumen negara . yakni Cagar Budaya Batu Tulis Lawang Gintung Sumur Tujuh yang berada di sekitar lokasi Batu Tulis Bogor , yang saat ini jelas-jelas akan hilang dan rusak tergusur oleh proyek pembangunan jalan.

Juga adanya  pembiaran terhadap jalan longsor di Jln Danasasmita masih di kawasan Batu Tulis , yang sudah 1 ( satu ) tahun lebih mangkrak , sehingga apabila dibiarkan terus akan mengakibatkan longsor lebih besar. yang jelas akan membahayakan dan merusak situs yang ada di kawasan tsb

Ketika para penggiat budaya meminta berkali kali kepada Pemkot Bogor dan jajaran terutama Dinas PU agar merubah jalur pembangunan jalan tsb agar tidak melewati kawasan Sumur Tujuh & Bunker Mandiri yang sudah termasuk kawasan cagar budaya Batu Tulis Lawang Gintung, tetapi kenyataanya tidak pernah digubris .

Bahkan karena saking kesalnya para budayawan pun sampai melaporkan secara pidana kepada pihak Kepolisian No LP/B/732/X/2025/SPKT /Polresta Bogor Kota , 23 Oktober 2025 dengan  Tuntutan Pelanggaran Undang Undang No 11 THN 2010 tentang Cagar budaya karena pembangunan ini dianggap telah merusak kawasan Cagar Budaya. Namun laporan di kepolisian pun sangat lambat penanganannya , dan tidak jelas sampai sejauh mana prosesnya sampai sekarang  ,

Begitu juga dengan jalan longsor karena kualitas pembangunan dari PT KAI yang tidak maksimal akhirnya terjadi berkali kali  , masyarakat dan para budayawan sudah diminta berulang ulang sampai satu tahun lebih , tapi hanya janji janji semata saja.

Karena semua jalan dirasa buntu makanya kami para budayawan yang cinta situs dan peninggalan sejarah yang tergabung dalam Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran  mengadakan aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi & keprihatinan .

Aksi ini kebetulan diterima langsung oleh Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar Abah H Anton Charliyan sehingga terjadi dialog penuh kekeluargaan

Abah Anton pun berjanji akan segera menyampaikan, terutama kepada Gubernur Jabar,  Pemkot Bogor dan instansi terkait , agar masalah ini bisa segera di tindak lanjuti .

Aksi berlangsung damai , diakhiri dengan perwakilan budayawan Kang TB  Lutfi Suyudi menyerahkan Surat Aspirasi Keprihatinan kepada Abah Anton selaku Ketum MASDA Jabar untuk dapatnya segera disampaikan kepada Gubernur Jabar, Walikota Bogor. Kapolresta Bogor,  Mendikbud dan Kapolri. (****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *