Uncategorized

Ketua MASDA Jabar Anton Charliyan: Jaga Adat Tradisi Kita, Jangan Sampai Tergeser Budaya Lain,  Baru Merasa Memiliki Setelah Kehilangan

0
×

Ketua MASDA Jabar Anton Charliyan: Jaga Adat Tradisi Kita, Jangan Sampai Tergeser Budaya Lain,  Baru Merasa Memiliki Setelah Kehilangan

Sebarkan artikel ini

“LEBIH hina Derajatnya dari bangkai yang ada di tempat sampah , Jika rajaputra tidak mampu menjaga Kabuyutan (Tempat Suci , ibu Pertiwi ) serta tradisi adat budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur karuhun Sunda.”

Itulah sekelumit pesan dari naskah lontar Amanat Galunggung Abad ke XVI M sebagai salah satu amanat pesan suci yang harus dipatuhi oleh seluruh warga Sunda dan keturunannya sebagai Ki Sunda sajati.

Anton Charliyan Ketua Umum Majelis Adat Sunda ( MASDA) Jabar  berdasarkan SK Gubernur Jabar 2026 atau yang lebih akrab disapa Abah Anton, tanpa bosan, berkali kali terus dan tetap konsisten mengajak untuk selalu menjaga serta melestarikan budaya asli leluhur Sunda & adat budaya lainya di Nusantara , agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman serta arus modernisasi yang sering mengabaikan, bahkan pelan pelan menggeser dan menggantikan adat tradisi & budaya kita

Abah Anton Jendral mantan Kapolda Jabar ini  mengingatkan bahwa generasi muda, khususnya generasi Gen Z, jangan sampai kehilangan jati diri karena terseret derasnya pengaruh budaya asing. tanpa menyaring nilai-nilai budaya itu sendiri.

Kemajuan zaman memang wajib diikuti , namun akar budaya dan adat istiadat harus tetap dijaga sebagai identitas , kemuliaan dan kehormatan urang Sunda.

Dengan semangat : “ Hayu Ki Sunda , oge sakabeh Sesepuh Pecinta Budaya Nusantara yang lain , Geura Bangkit, geura Hudang “ keur ngarawat ngamumule adat tradisi di tanah leluhurnya masing masing .

Abah Anton mengajak seluruh tokoh masyarakat, para pemuda, budayawan, dan seluruh komponen masyarakat luas, khususnya yang cinta budaya, untuk bersama-sama melestarikan budaya asli leluhur Sunda dan budaya lainya di Nusantara ini , jangan sampai tersisisihkan budaya asing. Ulah tepi ka Jati kasiiih ku junti, jangan sampai budaya aslintergeser budaya lain sehingga menyesal di kemudian hari, jangan sampai baru merasa memiliki setelah kehilangan .

Karena hal ini sudah sering terjadi, ternyata beberapa warisan leluhur bangsa kita sudah banyak yang diakui negara lain seperti al :  Silat , Tari piring , Keris , Batik , masakan Rendang , lagu Rasa sayange, reog Ponorogo dll, kini bukan lagi milik Kita NKRI, Tapi sudah diakui negara lain, Negara tetangga kita Malaysia.

Lalu maukah kita sebagai Ki Sunda , jika nanti pusaka kujang , baju pangsi , iket barangbang semplak, ketuk tilu , jaipongan, lais , debus , surak ibra dll diakui oleh negara lain ????

Pasti Tidak Mau

Maka dari itu, jika kita memang tidak mau mari kita betul betul  jaga dengan serius budaya kita, adat tradisi kita, mulai dari bahasa , aksara, adat istiadat, tradisi , pusaka, pakaian, kerajinan bahkan masakan  khas dan  makanan kita , hingga filosofi nilai kasundaan , yang lebih di kenal sebagai  Wangsit Siliwangi yakni : silih asih, silih asah dan silih asuh, serta nilai nilai  tradisi ke –Nusantara-an lainya di Daerahnya masing masing,  menjadi Nilai dasar yang harus terus & Tetap dimumule , sehingga estapet pewarisanya tetap terjaga menjiwai generasi berikutnya sebagai seuweu siwi Siliwangi secara konsisten.

Tanah Parahyangan adalah tanah yang kaya akan budaya, kaya hasil bumi, dan kaya nilai kearifan lokal. Karena itu sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan meneruskan warisan budaya leluhur kita agar tetap hidup di tengah masyarakat dan tidak hilang ditelan zaman.

Omat Jaga Kabuyutan, Ulah nepi ka direbut ku Asing .” untuk itu sekali lagi

Mari kita jaga budaya Sunda, budaya Nusantara, jaga marwah leluhur sbg identitas bangsa yang berkhatakter , adiluhung , punya peradaban tinggi sejak jaman nenek moyang kita pertama membangun Sunda Land membangun Nusantara, hingga saat ini berdiri sebagai NKRI, Rahayu – Rampeees.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *