Bandung, NUANSA POST
Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Banjar, Tono Tarsono bersama jajarannya mengikuti acara musyawarah Provinsi XII IPSI Jawa Barat masa Bhakti periode 2026-2030 di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, (02/5/2026).
Tono memberikan tanggapannya secara gamblang peran saling support antara Pengprov IPSI Jabar dengan Pengcab IPSI Kota-Kabupaten se-Jawa Barat. Ia menegaskan diri untuk semakin mendukung atas terpilihnya kembali H. Phinera Wijaya, SE sebagai Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Barat 2026-2030.
Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah menekankan kepada Wali Kota Banjar untuk sesegera mungkin mencairkan dana pembinaan cabor khususnya guna persiapan jelang ajang Porprov Jabar 2026.
Menyikapi dan semangat Tono makin berkobar atas prestasi Jabar Juara Hattrick di ajang PON yang mana menurutnya menjadi bukti nyata kepiawaian H. Phinera yang kuat selain tekad atas ketersediaan dana yang mumpuni.
Peran andil dari seluruh kepengurusan provinsi IPSI Jawa barat bersama seluruh pengurus cabang IPSI Kota dan Kabupaten se-Jabar, merupakan kunci kesuksesan dari raihan prestasi Jabar Hattrick.
Berkacamata dari hal itulah Tono merasa semakin optimis apabila pembinaan atlet pencak silat di Kota Banjar akan membuahkan hasil yang nyata meraih prestasi yang lebih besar, jika Pemkot Banjar dapat lebih serius lagi memberikan dukungan baik kepada Cabor IPSI maupun Cabor lainnya.
“Untuk menjadi Ketum Pengprov IPSI Jabar harus kuat segalanya termasuk kuat keuangan. Saya berharap IPSI Jabar lebih giat lagi turun ke Kota-Kabupaten untuk memperkuat pembinaan atlet pencak silat,” ujar Tono.
Jawa Barat adalah kiblat lahirnya cabang olah raga bela diri Pencak Silat. IPSI Kota Banjar pada tahun 2022 berkontribusi memberikan dua atlet yang dibina nya. Sedangkan pada Porprov 2026 mendatang atlet pencak silat dari Kota Banjar berhasil mensukseskan satu atlet perempuan yang telat lolos babak kualifikasi.
Diakui Tono bahwa dalam melakukan pembinaan atlet pencak silat tidak sekadar tenaga waktu dan pikiran yang harus betul-betul kuat alias mapan akan tetapi dari segi ketersediaan keuangan juga sangat penting dalam mencetak atlet yang handal.
“Semoga saja IPSI Jabar dengan semangat ‘Melanjutkan Tradisi Juara’ akan semakin fokus hingga ke pelosok daerah terpencil, khususnya kami yang berada di Kota terpencil ujung wetan provinsi Jawa Barat. Begitu pula jangan sampai pengurus IPSI Kota-Kabupaten memanfaatkan (tanda petik) atas perhatian dan dukungan maksimal yang diberikan dari Pengprov IPSI Jabar,” cetus Tono.
Persiapan Porprov Jabar 2026
Tono Tarsono sekaligus merupakan pengurus KONI Kota Banjar mengungkapkan, untuk kontingen Kota Banjar akan memberangkatkan 16 cabor yang akan berlaga di akhir tahun 2026 dalam ajang kompetisi olahraga terbesar se-Jawa Barat.
“Kepada Pemkot Banjar dalam hal ini Wali Kota Banjar H. Sudarsono, kami memohon segera untuk secepatnya mencairkan anggaran pembinaan bagi para atlet (melalui Koni Kota Banjar) agar kami IPSI Banjar lebih intens dan matang baik secara waktu maupun secara fisik menuju Porprov Jabar 2026,” paparnya.
Ia mengakui atlet terberat dalam Porprov Jabar adalah Kota-Kabupaten wilayah Bandung Raya. Pasalnya dana pembinaan atlet melalui Koni jauh lebih besar ketimbang di Kota Banjar.
Peran serta dan keseriusan pemerintah dalam segala sektor pembangunan, jelas akan berdampak besar khususnya terkait bidang olah raga untuk menciptakan atlet berprestasi baik tingkat Daerah, Nasional dan Internasional. (Riezcky)






