Uncategorized

Majelis Adat Sunda Jabar ( MASDA Jabar ) : Leuit Salawe merupakan Kunci Sukses Ketahanan Pangan Masyarakat Adat Tempo Dulu  

4
×

Majelis Adat Sunda Jabar ( MASDA Jabar ) : Leuit Salawe merupakan Kunci Sukses Ketahanan Pangan Masyarakat Adat Tempo Dulu  

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI  —- Beberapa anggota Tim Inti Majelis Adat Sunda Jabar ( MASDA Jabar ) antara lain  : Prof Dany Hilman , Bunda Ratu Raja Okki Jusuf Judanagara, M.Sc., M.M, Ki Pamanah Rasa ,Abah Oman R & tim , berhasil mengunjungi Kampung Adat Gelar Alam Cianjur , bertemu dengan  Ketua Kampung Adat : Abah Ugi , Abah Yoyo dan anggota masyarakat adat lainya.

Dalam kunjungan tsb selain mendalami masalah adat tradisi , sistem ketahanan pangan , ketahanan lingkungan dan identifikasi permasalahan permasalahan yang ada di kampung adat tsb ,  lebih dikhususkan untuk meneliti tentang Leuit ( gudang tempat penyimpanan padi & beras ) yang lebih dikenal dengan konsep Leuit Salawe , Leuit Warga , Leuit Rurukan & Leuit Jimat . yang ternyata merupakan salah satu rahasia utama kunci keberhasilan kenapa sampai saat ini kampung-kampung adat yg ada di Tatar Sunda Jabar ,  mampu Bertahan survive dengan Sukses. Selama ini tidak pernah terdengar masyarakatnya terkena musibah kelaparan , sekalipun diterpa musim yang sangat extrim baik kemarau panjang maupun hujan dengan curah super tinggi , tetap saja tegak ajeg terus hidup & berjalan , mampu secara konsisten menjaga ketahanan pangan masyarakat dan lingkunganya .

Yang mana fungsi Leuit itu sendiri baik dari histori maupun kemanfaatnya adalah sebagai tempat penyimpanan beras atau padi, dengan teknologi buhun  yang mampu bertahan hingga puluhan tahun yang lebih dikenal dengan Konsep Leuit Salawe , atau Leuit yang berjejer banyak sebagai tempat penyimpanan cadangan logistik bahan makanan pokok khususnya beras agar mampu bertahan hidup untuk cadangan sampai 25 tahun kedepan  ,

Sebagaimana dikatakan Bunda Okky : saat berkunjung ke Cipta Gelar , kami disuguhi beras yang sudah disimpan 15 tahun tapi masih bersih , segar dan utuh tanpa dimakan kutu . Ini menandakan cadangan logistik sudah siap sampai 15 tahun kedepan . Konsep Leuit ini mereka sebut sebagai Leuit Salawe yang juga mempunyai kategori sebagai Leuit Warga , Leuit Rurukan Dan Leuit Jimat . Lain dengan gudang beras kita saat ini , sering terlihat dalam berita ketika di inpeksi oleh tim pengawas atau pimpinannya, didapatkan di gudang ratusan ton bahkan ribuan ton beras busuk penuh kutu , padahal baru disimpan hanya beberapa tahun saja.. dan itupun merupakan cadangan logistik yang hanya mampu untuk bisa survive satu dua tahun saja . Sehingga disini kita harus akui , ternyata konsep ketahanan pangan jangka panjang Kampung Adat dengan konsep Leuit Salawe dan Teknologi Penyimpanan Beras  Buhun Sunda masa lalu , lebih unggul dari teknologi penyimpanan beras masa kini , Apa Rahasianya  ? Jika penasaran mari kita kunjungi kampung kampung adat yang ada disekitar daerah terdekat kita,  selain Kampung Cipta Gelar ini , khususnya yang ada di Tatar Sunda , baik Jawa Barat maupun Banten seperti Kampung Adat Naga, Baduy,  Dukuh , Kuta dll …..” pungkasnya. 

Kemudian ditambahkan Prof Dany Hilman : Banyak sekali sesungguhnya teknologi masa lalu yg disimpan di Kampung-kampung Adat  yang masih tetap  terjaga utuh , yang ternyata tidak kalah bahkan bisa lebih unggul dari teknologi masa kini seperti : teknologi pembuatan pupuk yang tidak terkontaminasi bahan bahan kimia yang bisa membahayakan tubuh , teknologi pemeliharaan & perawatan tanaman/pertanian ya anti hama serta menyuburkan tanaman , pondasi arsitekture model leuit , pondasi  rumah anti gempa, pemanfaatan dan pengolahan sumber daya mineral , energi & pertanian tanpa merusak alam lingkungan .

Ki Pamanah Rasa Abah Oman R menambahkan : ”Coba kita lihat konsep keamanan lingkungan dengan konsep jaga baya sistem yang sampai saat inipun ternyata mampu membuat rekor zero kriminal ,  Dengan konsep yang sangat sederhana namun tetap mampu menjaga harmoni , rasa aman , hidup sehat serta tetap mampu menjaga kelestarian alam & lingkungan disekitarnya .

Lebih jauh ditekankan oleh Abah Anton Charliyan sebagai  Ketua Umum Majelis Adat Sunda sbb : Ternyata Kampung kampung Adat yang kita anggap lugu , tertinggal dan sangat sederhana ini , begitu banyak menyimpan rahasia tersembunyi sebagaimutiara terpendam , makanya tidak heran jika sampai saat inipun masyarakat kampung adat bisa tetap survive mampu bertahan dibawah derasnya arus globalisasi dan modernisasi. 

”Karena memang  jarang sekali terdengar berita bahwa ada anggota masyarakat kampung adat yang  kelaparan , kurang gizi , terkena stunting , menderita penyakit berat dan lain-lain , bahkan saat wabah covid terjadi yang membuat  seluruh dunia panik , kita saksikan bersama ternyata tidak ada satupun anggota masyarakat kampung adat yg terkena dampak covid , jika demikian tidak salahkah jika kita semua  sesungguhnya harus banyak belajar ke Kampung Adat ??? ”kata mantan Kapolda Jabar ini

Lanjut Abah Anton, pertanyaan yang harus kita renungkan bersama , ada apa sesungguhnya rahasia dibalik kearifan lokal yg ada di kampung kampung adat sehingga bisa tetap survive , mampu mandiri , mampu mempertahankan jaga baya keamanan lingkungan dengan angka zero kriminal serta mampu menciptakan ketahanan pangan ( yang hingga saat ini masih menjadi cita cita negara kita ), sudah mereka lakukan tanpa banyak kata , tanpa banyak basa basi …………………..Bukan hanya itu saja masih banyak rahasia lain dari kearifan lokal kampung adat Ini yang akan membuat kita terkagum kagum .”pungkasnya. (REDI MULYADI)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *