Majalengka

Jaga Stabilitas Harga Menjelang Idul Adha, Pemkab Majalengka Gelar Gerakan Pangan Murah

3
×

Jaga Stabilitas Harga Menjelang Idul Adha, Pemkab Majalengka Gelar Gerakan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini

​Majslengka–NUANSA POST.

Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus berkomitmen menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi daerah. Langkah nyata tersebut diimplementasikan melalui gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terintegrasi dengan program SIMAMA.

​Pada Jumat (22/05/2026) pagi, giliran Lapangan Bola Babakan Koda, Kecamatan Majalengka, yang menjadi pusat pelaksanaan GPM. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah dalam melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 H / 2026 M.

​Sejak loket pelayanan dibuka pukul 08.00 WIB, antusiasme masyarakat langsung memuncak. Ratusan warga—didominasi oleh kaum ibu—terlihat rela mengular panjang dalam antrean demi mendapatkan komoditas pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih miring dibanding harga pasaran umum.

​Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa kegiatan rutin ini merupakan salah satu pilar penting intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.

​”Dalam rangka mendukung pemerintah menjaga stabilitas ekonomi, kami rutin mengadakan GPM ini, baik di momen-momen kegiatan tertentu maupun secara berkala setiap bulan. Lokasinya diputar secara bergiliran agar merata di 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka,” ujar Gatot Sulaeman di sela-sela pemantauan kegiatan.

​Gatot berharap, kehadiran pasar murah ini bisa langsung menyentuh lini kebutuhan dapur masyarakat serta meringankan beban ekonomi keluarga. “Diharapkan dengan adanya GPM ini bisa menaikkan daya beli masyarakat serta membantu masyarakat secara langsung karena harga yang dijual di sini berada di bawah harga pasar,” tambahnya.

​Dalam pelaksanaan GPM kali ini, DKP3 Kabupaten Majalengka menggandeng Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan. Beberapa komoditas yang paling diburu warga di antaranya adalah beras medium program SPHP yang dibanderol seharga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, serta minyak goreng kemasan MinyaKita yang dijual dengan harga Rp17.000 per liter.

​Tingginya animo masyarakat disambut positif oleh warga setempat. Pasalnya, selisih harga yang ditawarkan di area GPM dinilai sangat membantu menghemat pengeluaran dapur, terlebih menjelang persiapan hari raya.

​Cucu (42), salah seorang warga Kecamatan Majalengka yang ikut mengantre sejak pagi, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah dari Pemkab Majalengka ini.

​”Sangat terbantu sekali, apalagi ini mau dekat-dekat Idul Adha biasanya harga di pasar sudah mulai merangkak naik. Di sini beras sama minyak harganya jauh lebih murah. Kalau bisa mah kegiatan seperti ini sering-sering diadakan di sini, sangat terasa bantuannya buat emak-emak seperti saya,” ungkap Cucu sambil menunjukkan belanjaannya.

​Hal senada diungkapkan oleh warga lainnya, Aminah (35). Meski harus mengantre cukup panjang, ia merasa puas karena bisa mendapatkan komoditas pokok dengan kualitas yang baik namun ramah di kantong.

​”Antrenya memang lumayan panjang karena yang datang banyak sekali, tapi tidak apa-apa karena pelayanannya cepat dan tertib. Selisih harganya lumayan banget buat ditabung atau dibelikan keperluan dapur yang lain. Terima kasih Pemkab Majalengka,” tuturnya.

​Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Babakan Koda ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh pasokan komoditas yang disediakan ludes terjual diserap oleh masyarakat. (SITI AMINAH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *