AdvertorialMajalengka

Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarakat Majalengka

4

Majalengka–NUANSA POST

Bupati Majalengka, H.Eman Suherman, menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau bengkel perawatan pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Langkah ini dinilai strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas bandara serta mendongkrak perekonomian di wilayah sekitarnya.

Dalam keterangannya, Eman Suherman mengajak seluruh pihak untuk menyikapi rencana ini dengan optimisme dan berpikir positif (positive thinking). Ia meminta agar tidak muncul prasangka buruk (suudzon) yang mengaitkan fasilitas komersial ini dengan isu pangkalan militer.

“Kita berpikir positif saja. MRO itu kan maintenance, bengkel pesawat. Kalau bengkel pesawatnya ada di Majalengka, saya yakin penerbangan komersialnya juga pasti akan ikut jalan. Jadi dari segi bisnis, ini akan membuat Majalengka menjadi ramai,” ujar Eman Suherman saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (1/6/2026).

Eman menegaskan batasan yang jelas mengenai dukungannya. Ia sangat mendukung kehadiran MRO karena murni merupakan bagian dari pengembangan ekosistem bisnis penerbangan yang akan membawa dampak domino bagi ekonomi lokal. Namun, ia secara tegas menyatakan tidak sepakat jika bandara kebanggaan warga Jawa Barat tersebut dialihfungsikan menjadi pangkalan militer.

Kondisi BIJB Kertajati saat ini, menurut Bupati, diibaratkan seperti “mati tidak, hidup pun tidak”. Masyarakat Majalengka sudah cukup lama menantikan momentum di mana pesawat-pesawat komersial kembali ramai lalu lalang di langit Majalengka.

“Masyarakat kita sudah kesal menunggu. Orang lain di daerah lain sudah bosan melihat pesawat lewat, sedangkan kita di sini justru ‘kesal’ karena terus-menerus menunggu kapan pesawat akan ramai datang. Oleh karena itu, kehadiran MRO ini menjadi harapan baru yang harus kita dukung bersama,” ujarnya.

Dengan adanya aktivitas MRO, diharapkan sektor industri pendukung, pelaku UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal di sekitar kawasan bandara dapat tumbuh pesat, sekaligus menyudahi masa mati suri BIJB Kertajati.

Rencana ini pun disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga yang tinggal di sekitar kawasan bandara. Setelah sekian lama merasakan dampak dari sepinya aktivitas penerbangan, kehadiran bengkel pesawat internasional ini dinilai sebagai angin segar bagi roda ekonomi masyarakat kecil.

Asep (42), salah seorang warga Kecamatan Kertajati yang membuka usaha warung makan di dekat area bandara, mengaku sangat berharap rencana MRO ini bisa segera terealisasi.”Kami warga di sini tentu sangat mendukung penuturan Pak Bupati. Selama ini bandara sepi, warung-warung juga ikut lesu. Kalau nanti bengkel pesawat ini jalan, otomatis banyak teknisi, pekerja, dan tamu yang datang ke sini. Warung makan, penginapan, dan transportasi lokal pasti ikut hidup lagi,” ungkap.( SITI AMINAH).

Exit mobile version