CIAMIS – Menjelang rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis, ratusan masyarakat, pelajar, tokoh adat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan ziarah kubur ke makam para leluhur Galuh. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah membangun dan meletakkan fondasi peradaban Tatar Galuh hingga menjadi Kabupaten Ciamis saat ini.
Berdasarkan kegiatan yang berlangsung di kawasan makam leluhur Galuh, terlihat antusiasme masyarakat dan para pelajar yang memadati area situs sejarah. Mereka mengikuti prosesi doa bersama dan penghormatan kepada para tokoh terdahulu yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Ciamis.
Tradisi ziarah makam leluhur sendiri merupakan salah satu agenda budaya yang rutin dilaksanakan menjelang Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pendiri dan pemimpin Galuh pada masa lampau yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr. Drs. Dian Budiyana, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan ziarah serta doa bersama yang mana bukan hanya sekedar seremonial tahunan, namun merupakan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan identitas masyarakat Tatar Galuh.
“Ziarah ke makam leluhur merupakan upaya untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah berjuang membangun Galuh dan Ciamis. Generasi saat ini memiliki kewajiban moral untuk menjaga, melestarikan, dan meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Dian Budyana.
Menurutnya, makam-makam leluhur Galuh bukan hanya situs pemakaman, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang menyimpan perjalanan panjang kepemimpinan dan peradaban di Kabupaten Ciamis.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dengan mengenal sejarah. Karena itu, keterlibatan para pelajar dalam kegiatan ziarah menjadi langkah penting agar generasi muda tidak melupakan akar budaya daerahnya.
“Anak-anak harus mengetahui siapa para pendahulu mereka. Dengan memahami sejarah, akan tumbuh rasa bangga terhadap daerah serta semangat untuk menjaga budaya dan tradisi yang diwariskan,” katanya.
Kegiatan ziarah tersebut berlangsung penuh khidmat. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar para leluhur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bagi masyarakat untuk meneladani semangat pengabdian para pemimpin Galuh terdahulu.
Tradisi ziarah makam leluhur telah menjadi bagian penting dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Pemerintah daerah secara rutin mengunjungi sejumlah makam tokoh bersejarah Galuh sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa mereka dalam membangun daerah.
Masyarakat yang hadir berharap kegiatan tersebut terus dilestarikan karena menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga karakter masyarakat Tatar Galuh.
Dengan semangat Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-384, ziarah makam leluhur diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah hari ini tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi para pendahulu yang telah mengukir sejarah panjang Hususnya daerah Kabupaten Ciamis.(ADI SUMARNA)***
