Ciamis —NUANSA POST
Kepemimpinan tingkat desa kini memegang peranan krusial sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Sosok Warjo, Kepala Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, tampil sebagai figur pemimpin lokal yang memadukan semangat keterbukaan, kedekatan dengan warga, serta komitmen kuat menjaga tradisi kebudayaan Sunda.
Senin 20 Juli 2026
Desa Ciparigi memiliki berbagai potensi daerah, baik di sektor pertanian, sumber daya manusia, maupun kekayaan tradisi lokal Tatar Galuh. Di bawah nahkoda Warjo, tata kelola pemerintahan desa diarahkan pada prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik, akuntabilitas anggaran, dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, Warjo menegaskan pentingnya konsistensi dalam mematuhi uraian tugas dan kewajiban kepala desa sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini tercermin dari suasana kerja di kantor Desa Ciparigi yang tertata rapi, informatif, dan mengedepankan asas kemudahan bagi warga yang mengurus berbagai keperluan administrasi.
“Jabatan sebagai kepala desa adalah amanah rakyat yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab. Fokus utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik, tercepat, dan paling adil bagi seluruh warga Ciparigi tanpa membeda-bedakan,” ungkap Warjo saat ditemui di Kantor Desa Ciparigi.
Guna mendongkrak taraf hidup masyarakat, Pemerintah Desa Ciparigi mengalokasikan anggaran pembangunan desa secara tepat sasaran melalui empat pilar utama:
- Transparansi Tata Kelola: Keterbukaan informasi APBDes dan penyusunan program prioritas secara partisipatif lewat Musrenbangdes.
- Pembangunan Infrastruktur Krusial: Pembenahan jalan usaha tani, sarana air bersih, dan pemeliharaan fasilitas umum desa.
- Pemberdayaan Ekonomi Warga: Optimalisasi potensi sektor pertanian lokal serta penguatan peran BUMDes.
- Pelestarian Nilai Budaya: Menjaga tradisi gotong royong dan identitas kearifan lokal masyarakat Tatar Galuh Ciamis.
Di tengah arus modernisasi, Warjo konsisten menunjukkan identitas kearifan lokal. Penampilannya yang bersahaja dengan senyum ramah serta penggunaan atribut iket (totopong) khas Sunda menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan leluhur. Hal ini membawa pesan moral bahwa kemajuan desa harus berjalan selaras dengan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal.
Masyarakat Desa Ciparigi menyambut positif berbagai terobosan dan keterbukaan yang ditunjukkan oleh jajaran Pemdes Ciparigi. Harapannya, sinergi yang solid antara pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat terus terjalin demi mewujudkan Desa Ciparigi yang mandiri, sejahtera, dan berprestasi. (ADI SUMARNA)***
