Uncategorized

Dugaan Pelecehan Santriwati di Lampung Utara: Pengasuh Ponpes Walisongo Klarifikasi Isu dan Lokasi Kejadian

14

​LAMPUNG UTARA – Isu dugaan pelecehan terhadap lima orang santriwati di bawah umur di wilayah Kabupaten Lampung Utara menyita perhatian publik. Terduga pelaku berinisial IS, yang merupakan oknum guru pengajar, saat ini telah diamankan oleh pihak Polres Lampung Utara pada Senin (5/10/2026) untuk menjalani proses lebih lanjut.

Menanggapi berita yang beredar luas di media sosial dan portal berita daring, pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Kotabumi, KH. Noer Komarudin, memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah narasi yang menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di Ponpes Walisongo dan dilakukan oleh pengasuh pondok.

“Kejadiannya bukan di Pondok Walisongo, melainkan di Arriyadl Blambangan Pagar. Yang terlapor adalah oknum guru pengajar di sana, bukan kami dari pihak pengasuh pondok,” ujar KH. Noer Komarudin saat diwawancarai di kediamannya, Senin malam.

Ia juga meluruskan informasi mengenai bentuk tindakan yang dilakukan oleh terduga pelaku. Menurut penjelasannya, narasi yang menyebutkan adanya perabaan area sensitif atau organ vital para santriwati saat sedang mandi adalah tidak benar.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat, pelaku memegang bagian pundak, pinggang, dan dagu, serta tidak sama sekali menyentuh area vital. Informasi bahwa mereka diraba-raba saat mandi itu tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH. Noer Komarudin menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak-pihak terkait, dan laporan di kepolisian rencananya akan dicabut.(TIM/RED)

Exit mobile version