Uncategorized

Salah Kenali Lawan, Lima Pemuda Ditangkap Usai Serang Warga di Majalengka

17

Majalengka –NUANSA POST.

Aksi kekerasan yang diduga melibatkan kelompok bermotor terjadi di wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Lima orang berhasil diamankan polisi setelah diduga menyerang dua pemuda menggunakan senjata tajam. Dalam kejadian tersebut, sebuah telepon genggam milik korban juga dilaporkan hilang.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman bersama jajaran Satreskrim dalam konferensi pers di Mapolres Majalengka, Jumat (9/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kos di Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 01.08 WIB. Kedua korban mengalami luka akibat serangan yang diduga dilakukan secara berkelompok.

Diduga Salah Sasaran

Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula ketika sekelompok pemuda berkumpul di lapangan Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, pada Rabu malam (7/10/2026).

Mereka kemudian berangkat menggunakan tiga sepeda motor untuk mencari kelompok bermotor lain yang dianggap sebagai lawan.

Setibanya di lokasi kejadian, kelompok tersebut diduga salah mengenali korban sebagai anggota kelompok yang mereka cari. Tanpa memastikan identitasnya, para pelaku kemudian melakukan penyerangan.

Dua orang diduga menggunakan senjata tajam berupa golok dan kerambit untuk melukai korban. Sementara itu, pelaku lainnya diduga ikut melakukan pemukulan dan penendangan.

Akibat kejadian tersebut, dua pemuda mengalami luka-luka. Salah seorang pelaku juga diduga mengambil telepon genggam milik korban sebelum meninggalkan lokasi bersama kelompoknya.

Lima Orang Diamankan, Dua Masih Dicari

Polisi yang melakukan penyelidikan setelah menerima laporan berhasil mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam pencarian dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Penyidik kini mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk dugaan keterlibatan dalam penyerangan menggunakan senjata tajam serta pengambilan barang milik korban.

Polisi Lanjutkan Penyidikan

Kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memperjelas rangkaian kejadian serta menentukan pertanggungjawaban pidana setiap pihak yang terlibat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perselisihan antarkelompok tidak boleh berujung pada tindakan kekerasan, terlebih ketika orang yang menjadi sasaran ternyata diduga bukan pihak yang dicari.

Masyarakat diharapkan turut menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Penanganan perkara ini diharapkan memberikan kepastian hukum bagi korban sekaligus mencegah terulangnya aksi serupa di wilayah Kabupaten Majalengka. (Siti Aminah)

Exit mobile version